PEKANBARU, GORIAU.COM - Jika realisasi program Rp500 juta dan tiga Rumah Layak Huni (RLH) seharga Rp80 juta setiap desa yang dijanjikan Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun, maka Pemprov Riau harus mengucurkan anggaran lebih kurang sebesar Rp1.318 miliar setiap tahunnya.

Data ini setelah dikalkulasikan dengan total desa dan lurah di Provinsi Riau saat ini, yakni sebanyak 1.782. Dimana untuk program Rp500 juta setiap desa saja, sudah menyedot sebesar Rp891 miliar anggaran. Ditambah program tiga RLH setiap desa dengan harga Rp80 juta yakni sebesar Rp427.680 miliar.

Program ini kemungkinan direalisasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Riau tahun 2014 ini, namun selambat-lambatnya pada APBD Murni 2015 mendatang.

"Ini akan berlaku setiap tahunnya. Khusus anggaran Rp500 juta per desa, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Seperti pembangunan jalan, tempat ibadah dan tempat kesehatan," kata Gubri.

Sementara untuk mencapai itu, Gubri sudah menekankan akan mengurangi anggaran untuk perjalanan-perjalanan dinas yang dinilai tidak penting. Begitu juga dengan sejumlah penataran atau pelatihan yang tidak memberikan dampak sama sekali untuk perkembangan Riau ke depan.

"Kita akan ambil dari situ. Jadi tidak ada gunanya jika anggaran perjalanan dinas itu besar, kecuali untuk yang penting-penting saja," tukas Gubri.

Untuk perjalanan dinas pejabat tahun ini, Pemprov Riau menganggarkan sebesar Rp230 miliar. Gubri ternyata sangat kecewa dengan hal itu. Namun apa boleh dikata, dirinya duduk setelah APBD Murni 2014 disahkan.

Untuk itu, Gubri berjanji akan menekan semua belanja daerah yang tidak prioritas, salah satunya tentu perjalanan dinas pejabat dan penataran atau pelatihan yang tidak menghasilkan.***