
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sekitar 50 meter pelabuhan batu atau lebih dikenal dengan nama Pelahuban Camat yang terletak di pesisir Selat Air Hitam, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (26/2/2014) siang ambuk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Menurut saksi mata, Ketua Pimpinan PT Pulau Tebing Tinggi, yang juga merupakan pengusaha KM Jelatik sekaligus pemimpin bongkar muat di pelabuhan itu, Ponidi MS, ketika ditemui wartawan mengaku runtuhnya pelabuhan batu itu sekitar pukul 14.00 Wib.
"Runtuhnya sekitar jam 2 (14.00 Wib, red) siang tadi," ungkap Ponidi kepada wartawan.
Ditambahkan Ponidi lagi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian runtuhnya pelabuhan camat sepanjang lebih kurang 50 meter itu, selain itu juga tidak ada kendaraan yang ikut tercebur ke air.
Pantauan di lapangan, pelabuhan yang terbuat dari batu itu tidak terlihat lagi. Sebab, selain ada air laut, kabarnya model pantai di lokasi ambruk adalah curam ke bagian tengah selat. Masyarakat setempat lebih mengenal dengan kata 'tobei' atau pantai yang menjuram ke bawah dan membuat dasar menjadi sangat dalam.
Dapat disampaikan pula, biasanya sekitar pukul 15.00 Wib, pelabuhan camat ini digunakan untuk bongkar muat barang ke Kapal KM Jelatik. Sedangkan pada malam hari ada tempat orang beraktivitas seperti minum kopi, memancing, atau sekedar untuk bersantai.
Sebelumnya kondisi pelabuhan camat memang terlihat retak-retak, tiang jembatan juga sudah ada yang miring dan tumbang.
Meski tak ada korban jiwa, tapi akibat kejadian ini, banyak rumah-rumah warga Tionghoa yang berada di pinggir pelabuhan rusak akibat jembatan penghubung yang antara rumah dengan pelabuhan yang runtuh menyatu.(zal)