
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (3/2/2014) lalu telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang statusnya sudah Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk itu, Pemkab bungsu se Riau itu mengharapkan hujan buatan karena keterbatasan dan kesulitan dalam pemadaman.
Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, ketika ditemui wartawan di kantornya, Jalan Dorak Selatpanjang.
"Senin lalu kita sudah koordinasikan ke pusat," kata Irwan.
Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu juga menyampaikan status karhutla di Meranti saat ini sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB). Untuk itu, diharapkan juga Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat membantu dalam pemadaman kebakaran yang terjadi di beberapa tempat itu.
"Kita harap hujan buatan segera, kita tidak mampu karena keterbatasan alat, dan SDM. Selain itu, air tak ada. PT NSP juga sudah all out, saat ini hanya mengandalkan alam. Kita minta Penanganan bencana provinsi segera turun," ujar Irwan.
Dapat disampaikan pula, kebakaran sudah terjadi di beberapa kecamatan di Meranti, seperti di kecamatan Rangsang, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan beberapa tempat lain. Akibat kejadian ini, sudah ribuan hektar karhutla di Meranti, baik membakar kebun PT, belukar, maupun kebun masyarakat.(zal)