PEKANBARU, GORIAU.COM - Larangan yang dikeluarkan Gubernur Riau yang baru, Annas Maamun, yang tidak memperbolehkan pejabat Pemprov Riau keluar daerah khususnya Jakarta, kalau tidak terlalu penting, ternyata membuat heboh kantor Gubernur Riau. Pasalnya, selama ini sudah jadi ''rahasia umum'' kalau pejabat Riau banyak yang beristri dua, dan umumnya juga tinggal di Jakarta.

Isu larangan pejabat ke Jakarta ini, menjadi pembicaraan serius para pegawai maupun pihak-pihak yang selama ini memperhatikan ''gerak-gerik'' pejabat Riau. Pembahasan bukan hanya soal larangan, tapi juga sampai kepada nasib para istri kedua yang umumnya disimpan di apartemen-apartemen ataupun rumah mewah di Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya.

''Saya rasa kalau soal para pejabat Riau banyak punya istri kedua, itu sudah umum. Tapi larangan ini, jelas membuat pejabat terpukul, bukan itu saja, para istri kedua pun akan menganggur alias jablay atau jarang dibelai,'' ujar NB, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada GoRiau.com, Kamis (20/2/2014), sambil menyebutkan nama-nama para pejabat eselon II dan III yang punya istri dua.

Sementara itu Direktur Eksekutif Badan Advokasi Publik, Rawa El Amady kepada GoRiau.com mengatakan, mungkin yang dilarang itu pakai duit negara untuk membiayai dan menunaikan ''ibadah'' nafkah lahir dan bathin itu, tapi ada baiknya juga penegasan tersebut.

''Saran saya, ada baiknya juga para pejabat itu memindahkan para istri kedua itu ke Pekanbaru. Itu kan bisa mengurangi biaya dan dampaknya juga akan besar karena bisa mengurangi korupsi juga,'' ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rawa El Amady juga mengingatkan Annas Maamun untuk lebih fokus ke desa karena hampir 64 persen penduduk tidak tamat sekolah. Apalagi desa di Riau sudah perlahan mengalami krisis lahan dan perkebunan, sementara biaya hidup sudah meningkat tajam. ***