RENGAT - Warga Kabupaten Indragiri Hulu, Riau keluhkan kinerja managemen RSUD Indrasari Rengat. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir pasien penderita sakit mata tidak bisa berobat di RSUD tersebut.

Bahkan, pasien juga tidak bisa meminta surat rujukan berobat, khusunya pasien sakit mata. Hal itu tentunya menjadi persoalan yang serius. "Sejak dua bulan lalu, poli mata tutup," ujar salah seorang pasien, Radon (56), menirukan jawaban pihak RSUD Indrasari.

Seharusnya, jika dokter spesialis tidak ada, selaku pasien dirinya tentu harus dirujuk, namun pihak RSUD terkesan enggan memberikan surat rujukan.

"Selaku pasien, kami berhak mendapatkan surat rujukan," tegas Radon. ujar warga Kecamatan Rengat itu mengeluhkan kinerja RSUD Indrasari, Senin (16/1/2017).

Dikatakan Radon, saat ini dirinya menderita katarak dan harus dioperasi. Namun, karena tak mendapatkan surat rujukan, makanya proses berobat Radon terhalang.

"Dari Puskesmas, saya dirujuk berobat ke RSUD ini. Namun, sesampai di RSUD, sudahlah tidak ada dokter, meminta surat tujukan saja susahnya minya ampun.

Yang tidak masuk akal lagi, kepada Radon, petugas medis RSUD itu malah menyarankan untuk menunda berobat, hingga dokter mata ada. "Tunda dulu pak berobatnya, hingga ada dokter mata," ungkap Randon menirukan ungkapan petugas RSUD kesal.

Atas hal itu, dirinya merasa telah dipermainkan pihak RSUD Indrasari. "Saya merasa dipermainkan, pada hal kondisi mata saya sudah harus dioperasi. Hingga kapan saya akan seperti ini, atau menunggu saya buta," tegasnya menggerutu.*** #INHU