SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski bisa diancam pidana, namun aksi pungutan liar (Pungli) terhadap para guru terus saja terjadi. Seperti yang dialami seluruh guru di SMAN 3 Tebingtinggi, Jalan SMA Selatpanjang Timur. Uang rapel gaji yang seharusnya mereka terima penuh, malah dipotong hingga Rp35.000 per orang.


Kenyataan itu spontan membuat mereka marah dan tidak terima. Apalagi pemotongan hanya dilakukan di sekolah mereka saja.
"Apapun alasannya kami tetap tidak bisa terima, itu hak kami," kataTengku Masanum, seorang guru senior di SMAN 3 Tebingtinggi melaluitelepon selulernya, Sabtu (12/7/2014) lalu.
Kepala Sekolah SMAN 3 Tebingtinggi Drs Ahmad Kamal yang dikonfirmasi,Ahad (13/7/2014), membenarkan adanya pemotongan gaji rapel tersebut.Menurut dia informasi itu diketahuinya setelah bendahara sekolah bernama Musa melaporkan adanya pemotongan gaji rapel oleh pihak UPT Dinas Pendidikan.
"Memang, Pak Musa pun pernah menyampaikan kepada saya bahwa adanyapemotongan gaji rapel guru sebesar Rp35 ribu. Bahkan gaji rapel saya juga dipotong. Karena kata Pak Musa pemotongannya dilakukan di UPT, saya fikir ya sudahlah," kata Ahmad Kamal.
Semakin hari persoalan itu semakin memanas. Seluruh guru yang curigaakhirnya menanyakan kepada rekan-rekan mereka yang mengajar di sekolahlain. Dari situlah baru diketahui kalau tidak ada pemotongan gaji rapel bagi guru di sekolah.
Agar informasi yang didapat semakin akurat, para guru pun langsung menanyakannya kepada Musa yang juga merangkap sebagai Kepala TU diSMAN 3 Tebingtinggi. Namun sayang, jawaban yang mereka dapatkan sangattidak memuaskan. Bahkan pria itu dengan emosional membanting meja.
Meski solusi yang mereka harapkan tidak kunjung ada, namun tudingan akan pemotongan tetap mengarah kepadanya. Bendarahara sekolah itu diduga sebagai biang keladi dari kasus pemotongan uang gaji rapel di sekolah mereka.
Sebaliknya, Musa yang dikonfirmasi tentang pemotongan tersebut tidakbersedia memberikan keterangan resmi. Padalah sebelumnya ia sudah berjanji akan bertemu dengan wartawan untuk memberikan keterangan mengenai hal itu. Bahkan ketika nomor Hp-nya dihubungi, Minggu kemarin, dia juga enggan mengangkatnya, termasuk menjawab konfirmasi yang dikirimkan lewat SMS.***