
DURI - Statement Ketua DPRD Bengkalis Soal Kota Duri di sejumlah Media dinilai tidak Realistis. Pernyataan Politisi PAN Bengkalis tersebut membuat Tokoh Masyarakat Mandau, Buya Hamka Riau marah.
"Saya hanya mau bilang, Ketua DPRD Bengkalis, Heru Wahyudi sebaiknya urusi saja kasus hukumnya, jangan komentari soal pemekaran Kota Duri termasuk tentang pernyataannya mengenai pengkajian pemekaran secara konfrehensiv yang dimaksud, tidak relevan lagi dengan proses yang sedang berlangsung saat ini," kata Buya Hamka Riau kepada GoRiau.com, Rabu (12/5/2016).
Disebutkannya, rencana pemekaran kota Duri sudah tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tahun 2016. "Kita meminta agar seorang Ketua DPRD dapat berbicara secara realistis. Jangan asal melontarkan pernyataan di media hingga menimbulkan kontraversi,"tegas Buya Hamka lagi.
Pernyataan Heru Wahyudi di media itu bertolak belakang dengan pernyataan DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, Irwan Nasir yang mengatakan bahwa PAN mendukung sepenuhnya pemekaran daerah di Provinsi Riau karena pemekaran daerah pada dasarnya bertujuan untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu.
"Pernyataan itu disampaikan Irwan Nasir ketika bersilaturrahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir serta kader-kader PAN se-Kabupaten Bengkalis di Hotel Surya, Duri, Kabupaten Bengkalis, Minggu (6/3/2016) lalu. Seharusnya selaku politisi PAN dapat menghormati dukungan DPW PAN Riau tentang pemekaran Kota Duri. Jangan bicara mencla mencle yang ga jelas," kata Buya Hamka.***