SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, turun langsung ke lokasi yang diduga tempat Khaidir tenggelam di perairan Selat Air Hitam antar Desa Banto dengan Selatpanjang. Selain Kapolres, Sekretariat Daerah (Setda) Kepulauan Meranti, Drs Iqaruddin MSi, juga ikut turun ke TKP.

Pantauan GoRiau.com, Selasa (22/1/2014) siang di Selatpanjang, rombongan dari Setda dan Polres Meranti tiba di Pelabuhan sekitar pukul 14.15 Wib, kemudiang langsung berangkat menyisiri perairan Selat Air Hitam.

Dengan menggunakan speed boad laksemana, rombongan ini mulai mengelilingi perairan itu yang kemudian merapat ke Desa Banto untuk menyerahkan bantuan ke keluarga yang ditinggalkan Khaidir.

Usai menyerahkan bantuan dan berdoa untuk diberikan kebaikan, rombongan kembali ke kapal untuk melanjutkan patroli. Usai mengelilingi perairan di daerah Banto dan sekitarnya itu, kapal berlabut di titik yang ditentukan semacam tempat menunggu mayat mengapung (biasanya berdasarkan saran orang pintar, red).

Meski baru saja bersandar, Kapolres Meranti dan Sekdakab Meranti, kembali melanjutkan patroli dengan speed boad Basarnas dari Pekanbaru. Tidak berapa lama kemudian rombongan ini kembali lagi ke tempat laksemana berlabuh.

Setelah agak sore, rombongan kembali ke darat. Namun pencarian terus dilanjutkan oleh instansi lain seperti Basarnas Pekanbaru, Polair, KPLP, Polair Polda Riau, Syahbandar, Dishub Meranti, dan masyarakat setempat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (21/1/2014) sekitar Jam 10.00 Wib Khaidir Bin Arifin yang merupakan Nelayan warga Jalan Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat, menuju ke Selatpanjang dari Bantar dengan perahunya. Adapun maksud Khaidir mau menjual hasil jaring yaitu ikan sampai sore belum juga pulang ke rumahnya. Informasi yg diterima dari Masyarakat Desa Sialang Pasung, bahwa sampan yg digunakan terdampar di Desa Sialang Pasung.(zal)