
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Harapan 88 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Kolam Hijau Kampung 40 Desa Buantan Besar Kecamatan Siak, Kabupaten Siak untuk terus mencari nafkah di daerah mereka, pupus sudah.
Hal itu setelah tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak yang dipimpin Asisten I Fauzi Asni menemui warga Kampung Kolam Hijau guna mensosialisasikan terkait lokasi yang dihuni warga merupakan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang tidak boleh ditempati.‎‎
"Minggu lalu tim sudah turun menemui warga Dusun Kolam Hijau Desa Buantan Besar untuk menyampaikan tempat tinggal mereka merupakan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang tak boleh dihuni. Setelah dilakukan pembicaraan dengan warga, kita beri waktu mereka hingga usai lebaran untuk pindah dari kawasan itu," kata Fauzi Asni saat dihubungi GoRiau.com, Senin (6/7/2015).
Dikatakan Fauzi, tim yang terdiri dari Dinas Kehutanan, Polres Siak, Polisi Kehutanan, Camat Bungaraya, Camat Siak, Camat Sungai Mandau, Satpol PP serta BKSDA Wilayah Siak ‎memberikan surat peringatan kepada seluruh warga yang bermukim di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.
 "Data yang kita peroleh dilapangan, dari 86 KK, ternyata hanya 27 KK yang mengantongi identitas dari Buantan Besar, selebihnya merupakan pendatang yang tak memiliki KK Siak. Setelah dicek, 27 KK dari Buantan Besar itu juga bukan berlokasi di Dusun Kolam Hijau, tapi dari dusun lain. Alamat yang ada di KK mereka tidak sesuai dengan tempat tinggal sekarang," jelas Fauzi.
Untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Fauzi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk menyurati BKSDA di Jakarta. Tim sepakat memberi waktu kepada warga hingga lebaran selesai untuk pindah ke lokasi lain. Bahkan, bagi warga yang ingin kembali ke daerah asal, kata Fauzi, Pemkab Siak bersedia membayar biaya transportasi.
"Info yang saya dapat dari camat, mereka sudah berkali-kali menyurati agar warga jangan tinggal di kawasan Cagar Biosfer itu, tapi peringatan yang disampaikan selama ini tidak digubris," jelas Fauzi.(nal)