PEKANBARU, GORIAU.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) RI, Laksamana (Purn) Tedjo Edhi Purdijiatno menganggap, bahwa masalah konflik lahan yang terjadi antara PT Ciliandra Perkasa (PCP) dan masyarakat Kampar, merupakan ulah orang yang ingin membuat keruh permasalahan. Untuk itu, ia meminta lembaga penegak hukum agar bisa tegas dalam penuntasannya.

Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijiatno, usai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) dengan pejabat pemerintahan Riau di Gedung Daerah, Senin (8/6/2015) memastikan, kalau selama dirinya tidak tahu sebab musabab, hingga permasalahan sengketa antara PT Ciliandra Perkasa dan masyarakat kabupaten Kampar, bisa meruncing.

"Ada orang yang ingin membuat keruh permasalahan. Tadi (saat rapat) dijelaskan oleh Pemerintah Riau, bahwa masyarakat mengaku tidak terganggu atas kasus itu, saya tak tahu kenapa bisa jadi rame begini," ungkap Tedjo usai rapat yang digelar tertutup tersebut.

Sebab itu, Menko Polhukam akan meminta lembaga penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan, untuk bisa dengan tegas mengatasi masalah, baik yang sedang dilaporkan, maupun kasus yang sedang masa pengusutan.

"Tadi dijelaskan (saat rapat), bahwa masyarakat setempat tidak terlalu terganggu, namun dibuat jadi ramai. Masalah portal juga, mereka (perusahaan) membangunnya di kawasan mereka. Makanya kedepan, penanganannya satu persatu akan kita selesaikan. Yang jelas secara umum bisa kita antisipasi," yakinnya.

Lalu untuk kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Menteri Tedjo juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemerintah Riau. Alasannya, dari hasil paparan, Karhutla jauh menurun dan menyisakan 30 persen kasus, bila dibandingkan tahun 2013 dan 2014 lalu.

"Kita apresiasi, yang penting pencegahan, dan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar hutan, serta pengendalian pembakaran lahan yang berlebihan. Sedangkan untuk pembukaan lahan yang over lap dengan kawasan hutan, akan didalami oleh Menhut dan MenLHK. Makanya mereka tinggal disini sebentar, nanti mereka yang akan menyelesaikan," tutupnya. (had)