SELATPANJANG, GORIAU.COM - Lebih kurang 50 orang yang berasal dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (22/5/2015) mendapat pembinaan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau. Pembinaan itu sebagai upaya untuk penguatan dan peningkatan kapasitas, peran dan inisiatif pokdarwis dalam pengembangan kepariwisataan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreativ Provinsi Riau, Fahmizal Usman ST MSi melalui ketua pelaksana kegiatan pembinaan kelompok sadar wisata yang juga Kabid Bina Wisata Yulisma SSos MM ketika ditemui di Selatpanjang, Jumat siang.
Kata Yulisma, ini pembinaan kepada Pokdarwis Meranti dalam pengembangan kepariwisataan berkelanjutan di Kota Sagu itu. Kegiatan ini pula ini akan berlanjut di tahun mendatang, tahun 2016.
"Melalui kegiatan ini nantinya, masyarakat dan Disparpora Meranti bisa saling bekerjasama dengan Provinsi dalam pengembangan wisata," kata Yulisma.
Yang menjadi target dari Provinsi dalam kegiatan ini adalah pelaku usaha pariwisata, perwakilan masyarakat, tukang ojek, dan polisi pariwisata Meranti. Mereka mendatangkan narasumber dari provinsi sebanyak 3 orang, yaitu dari 2 orang dari STP Riau, dan 1 dari Fisip Unri.
Usai pembinaan Jumat itu, 50 pokdarwis ini akan dibawa ke Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur untuk menyaksikan festival sagu Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2015.
"Kita minta nantinya puluhan peserta ini bisa melaporkan perkembangan kegiatan mereka dalam pengembangan wisata ke Disparpora Meranti, nanti Disparpora Meranti yang akan berkoordinasi dengan kita untuk pembinaan lanjut," ujar Yulisma lagi.
Sebelumnya, mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Kadisparpora Ishak Izrai dalam penyampaiannya mengucapkan terima kasih ke Provinsi Riau. Kegiatan ini kata Ishak, merupakan perhatian dari Riau ke wisata Meranti.
Selain itu, Provinsi Riau juga diminta untuk memberikan perhatian khusus ke kabupaten bungsu ini. "Selain kegiatan ini, kita harapkan juga provinsi akan mengadakan kegiatan-kegiatan lain dalam hal peningkatan ekonomi. Kita tahu kabupaten kita ini tertinggi tingkat kemiskinannya, untuk itu perhatian lebih dari provinsi sangat diharapkan," ujar Ishak pula.(zal)