PEKANBARU - Puluhan massa dari aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh-Kampar) menggelar unjuk rasa di Mapolda Riau, Rabu (24/2/2016) siang. Mereka menuntut agar polisi objektif memproses kasus antara Bupati Kampar Jefri Noer dengan anggota DPRD Kampar, Repol.

Pada demonstrasi ini, massa menyampaikan tiga tuntutan, diantaranya meminta Polda Riau bersifat objektif dan transparan melam mengkaji laporan Bupati Kampar tersebut, dimana sebelumnya, Jefri Noer melaporkan Repol atas dugaan pencemaran nama baik.

"Kami juga meminta Polda Riau menolak segala bentuk intervensi terkait upaya kriminalisasi yang diduga dilakukan Bupati Kampar terhadap Repol. Kenapa ini jadi masalah, alangkah baiknya Polda usut saja dugaan kasus yang dilakukan Jefri selama jadi bupati," teriak koordinator aksi, Randa Trianto.

"Kalaulah ini tidak direspon bapak-bapak di kepolisian ini atas dasar kebenaran, maka kami dari Ampuh-Kampar akan melakukan upaya hukum dan memobilisasi massa yang lebih besar lagi," ancamnya. "Banyak sekali masalah di Kampar, banyak catatan merahnya," sambung Randa.

"Bupati Kampar melaporkan Repol atas berita salahsatu media online, berita tersebut yang dijadikan amunisi untuk mengkriminalisasi Repol. Seharusnya media tersebutlah yang dilaporkan Jefri, karena diduga memplintir pernyataan Repol dari 'Raja' menjadi 'Fir'aun'," urainya.

Aksi massa tersebut akhirnya dimediasikan oleh perwakilan Polda Riau, Kompol Siahaan. "Kami terima pernyataan sikap ini, dan akan meneruskannya ke atasan. Kita berterimakasih adek-adek sudah menyuarakan dengan tepat," jawab Kompol Siahaan. ***