
PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) menutup rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dengan penuh semangat dan nuansa kebersamaan. Selama tiga hari pelaksanaan, ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah Indonesia terlibat aktif dalam kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik, tetapi juga menguatkan identitas budaya lokal.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri sekaligus Ketua Panitia PKKMB, Prof. Dr. Hermandra, menilai pelaksanaan PKKMB tahun ini berjalan sesuai harapan dan menjadi momen penting membangun karakter mahasiswa sejak awal masa studi.
“Tahun ini PKKMB betul-betul menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara mahasiswa baru dan senior. Kami menyatukan seluruh fakultas agar interaksi lintas jurusan terjalin lebih kuat. Hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya kepada Goriau, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Hermandra, konsep PKKMB tahun ini tidak hanya fokus pada aspek pengenalan kampus, tetapi juga mendorong pembentukan ikatan emosional antar mahasiswa baru, penguatan nilai-nilai Unri, serta penghargaan terhadap budaya daerah.
“Kami ingin mahasiswa baru merasa bangga menjadi bagian dari Unri. Mereka bukan hanya mengenal ruang kelas dan birokrasi, tetapi juga merasakan semangat kolektif dan nilai-nilai kearifan lokal,” tambahnya.
Ikon Budaya dalam Paper Mob
Salah satu inovasi yang menonjol adalah penampilan paper mob dengan 10 formasi visual, meningkat dari lima formasi pada tahun lalu. Formasi itu menampilkan ikon-ikon penting kampus dan budaya Riau, seperti Istana Siak Sri Indrapura, Pacu Jalur tradisi mendayung yang melegenda di Kuantan Singingi, hingga visi Unri sebagai World Class University.
Warna hijau, putih, dan kuning mendominasi formasi yang dirancang secara kolaboratif oleh mahasiswa dan panitia pelaksana. Delapan formasi lainnya menampilkan logo kampus, slogan “Unri Berdampak”, “Jantung Hati Masyarakat Riau”, dan berbagai nilai kampus yang menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa baru.
“Ini bukan sekadar pertunjukan visual, tapi ekspresi kebanggaan kami terhadap Unri dan terhadap budaya Riau. Banyak mahasiswa baru dari luar provinsi bilang ini pengalaman paling membekas selama masa orientasi,” ujar Nabila, salah satu relawan panitia PKKMB.
Selain mengenalkan sistem akademik, Unri juga berupaya memperkuat budaya dialog, toleransi, dan kolaborasi antarmahasiswa. Kegiatan yang dipusatkan secara bersama lintas fakultas menjadi langkah strategis membangun kampus yang inklusif dan interaktif.
“PKKMB ini merepresentasikan wajah Unri hari ini, kampus yang terbuka, dinamis, dan memuliakan budaya,” kata Hermandra.
Dukungan penuh datang dari seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, hingga ratusan relawan mahasiswa. Kerja bersama ini menjadi refleksi kuatnya semangat gotong royong dalam tradisi akademik Unri.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk para panitia, relawan, dan jajaran pimpinan. Tanpa kerja kolektif, semangat sebesar ini sulit tercipta,” ujar Hermandra.
PKKMB 2025 bukan hanya pembekalan, tetapi juga ajang afirmasi nilai-nilai yang ingin dibentuk Unri sebagai institusi pendidikan tinggi. Mulai dari disiplin, tanggung jawab, sampai kecintaan terhadap budaya lokal.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pintar secara akademik, tapi juga tangguh, peka sosial, dan bangga terhadap identitasnya,” ucap Hermandra.
Ke depan, Unri berkomitmen memperkuat pendekatan humanis dalam setiap kegiatan kemahasiswaan, dan PKKMB 2025 dianggap sebagai tonggak baru menuju kampus yang berdampak bagi masyarakat. ***