
PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) kembali mengukuhkan dua Guru Besar dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan Pertanian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pengukuhan tersebut berlangsung pada Senin (24/2/2025) di Ruang Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UIR.
Dua Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Hamzah, M.Ag dan Prof. Dr. Ir. Ujang Paman, M.Agr. Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Rektor UIR, Prof. Dr. rer.pol. H. Syafrinaldi, S.H., MCL, di hadapan Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Riau, senat UIR, serta tamu undangan.
Keputusan pengangkatan Prof. Hamzah sebagai Guru Besar tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 137470/M/07/2024, sementara Prof. Ujang Paman diangkat berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 139502/M/07/2024.
“Alhamdulillah, awal tahun 2025 Universitas Islam Riau kembali mendapat karunia besar dengan bertambahnya dua Guru Besar, sehingga total Profesor di UIR kini berjumlah 24 orang,” ungkap Rektor.
Prof. Hamzah menjadi Guru Besar ke-23 di UIR, sementara Prof. Ujang Paman merupakan Guru Besar ke-24. Bagi Prof. Hamzah, pencapaian ini menjadi momen istimewa menjelang masa pensiunnya pada Mei 2025.
Ketua LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM., M.Kes, mengungkapkan bahwa dari 43 Guru Besar yang ada di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sebanyak 24 di antaranya berasal dari Universitas Islam Riau, atau sekitar 55%.
“Euforia kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Universitas Islam Riau. Pencapaian ini merupakan bukti nyata dedikasi dan kontribusi mereka selama menjadi pendidik,” ujar Nopriadi.
Usai dikukuhkan, kedua Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Hamzah membawakan orasi ilmiah berjudul Pendekatan Dakwah Ulama Sufi Nusantara Abad ke-17 dan 18 M: Suatu Analisa Keutamaan Dakwah Bil-Hal. Dalam orasinya, ia menyoroti pentingnya dakwah sebagai aktivitas menyebarkan ajaran Islam kepada umat manusia.
“Dakwah bertujuan untuk meyakini dan mengamalkan ajaran Islam. Tanpa dakwah, Islam tidak akan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Pada intinya, dakwah melanjutkan risalah kerasulan Nabi Muhammad SAW, dan mereka yang menjalankan tugas ini disebut dai atau juru dakwah,” papar Prof. Hamzah.
Sementara itu, Prof. Ujang Paman menyampaikan orasi ilmiah berjudul Teknologi Mekanisasi untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Keberlanjutan. Orasi ini merujuk pada konsep yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya An Essay on the Principle of Population (1798) yang membahas tantangan krisis pangan global. ***