TASIK PUTRIPUYU - Sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Kecamatan Tasik Putripuyu memberikan pelatihan kepada 69 kader posyandu dari tujuh desa di Pulau Padang, Selasa (17/11/2015).

Pelatihan yang diikuti oleh kader posyandu Desa Tanjung Padang, Putri Puyu, Mekar Delima, Dedap, Kudap, Bandul, dan Selat Akar ini mengusung tema tentang ”Penguatan Kelembagaan dan Tugas-tugas Kader Posyandu". Tim Medis Puskesmas Kecamatan Tasik Putripuyu, Dr. Ruspa Syamda beserta staf lainnya menjadi instruktur dalam pelatihan ini.

Ruspa mengatakan bahwa pelatihan kader posyandu sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya bayi dan balita.

"Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan bersama masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan", terang Ruspa.

Community Development Manager Estate Pulau Padang, Marzum mengatakan bahwa pelatihan kader posyandu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh perusahaan setiap tahun.

"Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan, dengan adanya pembinaan rutin dari puskesmas maka kegiatan posyandu di desa bisa berjalan dengan baik”.

Salah satu kader posyandu dari desa Tanjung Padang, Fatmawati, sangat berterimakasih dan mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh RAPP.

"Kami sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini, selain menambah ilmu, kami juga dapat saling kenal dan berinteraksi langsung dengan petugas medis dari puskesmas".

Selain memberikan pelatihan kepada kader posyandu, RAPP juga membagikan 200 paket gizi untuk balita ke tujuh desa. Kepedulian RAPP terhadap kesehatan juga dibuktikan dengan adanya pos kesehatan peduli asap yang berkeliling ke desa-desa di Pulau Padang.

“Dua minggu terakhir ini pos kesehatan keliling RAPP sudah berkunjung ke 12 desa sekitar Pulau Padang untuk melaksanakan pelayanan kesehatan pasca asap bagi masyarakat. Selama dua pekan tersebut sebanyak 1037 pasien telah diberikan pengobatan gratis" tutup Marzum. (rls)