
SIAK - Ustadz Abdul Somad Lc MA yang sering menjadi perbincangan para netizen dan pegiat media sosial tanah air ini diundang pengurus Masjid Al Firdaus, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru untuk memberikan tausiah, Kamis (1/6/2017) sebelum berbuka puasa.
Panitia menyediakan waktu yang cukup lama bagi Ustadz Abdul Somad ini hingga 70 menit menjelang berbuka puasa karena ulasannya dikenal cerdas dan lugas ditambah lagi keahliannya dalam merangkai kata menjadi sebuah retorika dakwah.
Begitu diberikan kesempatan tausiah, Ustadz Abdul Somad ini menyebutkan"Saya kemana-mana, selalu jumpa dengan pak Syamsuar, tapi balehonya saja," dan kalimat itupun mengundang tawa jamaah yang mendengarnya. "Saya paling segan berjumpa Pak Syamsuar ini, karena tidak bisa memenuhi undangan Pemkab Siak untuk memberikan tausiah di Siak," imbuhnya lagi seperti yang dikutip GoRiau.com (GoNews Grup).
Ustadz Abdul Somad juga mengaku kemana dia memberikan Tausiah bahkan hingga ke Aceh, nama Siak selalu dibawa-bawanya. Alasanya sejarah kerajaan Islam terbesar di Riau ini ada di Siak. Siak banyak melahirkan hafiz-hafiz Quran dan Siak juga menjadi Kabupaten tertinggi jumlah zakatnya dibandingkan 11 Kabupaten dan Kota lainnya di Riau.
"Kepada orangtua yang ada di Riau ini, bawalah anak-anak kita ke Istana Siak untuk mengenalkan mereka kepada sejarah Islam terbesar di Riau. Jangan datang ke sana untuk berkaca di cermin awet muda atau menaiki tangga yang jumlahnya berbeda saat naik dan turun," ucap Abdul Somad lagi.
Ustadz yang menyelesaikan S2 di Dar Al Hadits Al Hassania Institute, Kerajaan Maroko ini juga mengaku cukup bangga dengan program pembangunan Islam yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Siak yang dipimpin Bupati Syamsuar ini.
"Tadi Bupati Syamsuar menyebutkan Siak sudah melahirkan 500 lebih para hafiz quran dalam beberapa tahun belakangan ini. Bahkan ada yang sudah menghafal 30 juz. Ini harus di jaga, karena menjaga hafalan ayat suci Al Quran ini lebih susah dari pada menghafalnya," ujar Ustadz Abdul Somad.
Sebelum Ustadz Abdul Somad memberikan tausiah, Bupati Siak Drs H Syamsuar yang merupakan orangtua, tokoh masyarakat di sekitar masjid Al Firdaus juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus Masjid yang sudah mengundangnya untuk buka bersama dengan jamaah masjid Al Firdaus di hari pertama Juni 2017 ini.
"Saya bertugas sebagai Bupati Siak, memimpin rakyat. Dalam memimpin ini kami tidak melupakan pembangunan keagamaan khususnya di Siak. Sayang rasanya jika kesempatan yang ada untuk mensiarkan Islam ini tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya," kata Bupati Siak, Syamsuar pada kesempatan itu.
Bahkan tahun ini, di Siak tidak hanya membuat Mushabaqah Tilawatil Quran saja yang diperlombakan, tetapi Pemkab Siak akan membuat khusus untuk para hafiz Quran lomba Mushabaqah Hifzil Quran.
"Di Siak banyak pondok tahfiz, tidak ada Kecamatan yang tidak ada pondok tahfiz. Bahkan murid di Islamic Center juga sudah ada hingga SMA sederajat, tidak hanya SD saja. Kalau kita peduli agama, benih-benih itu akan muncul. Kita ingin di Siak tumbuh banyak para hafiz Quran," kata Syamsuar yang juga menyebutkan Al Quran ini harus menjadi pedoman agar kita terlindungi dari bala dan musibah.
Selanjutnya, Pemkab Siak selama ini menggratiskan pendidikan untuk masyarakatnya selama 12 tahun. Sayangnya tahun ini hal itu harus berubah karena aturan atau kewenangan SMA sederajat yang kini diambil alih oleh Provinsi. Begitu juga halnya dengan pengobatan gratis untuk masyarakat melalui Jamkesmasda yang mengobatannya tanpa batas.
"Aturan dari pusat yang ada saat ini merubah semua kebijakan tersebut. Jamkesmasda harus dialihkan ke BPJS Kesehatan, keinginan kita untuk membantu masyarakat terganjal aturan dari pusat. Alhamdulillah, Siak salah satu Kabupaten yang tertinggi dalam zakatnya," tutur Syamsuar. ***