PEKANBARU - Tumpukan sampah kembali terlihat bermunculan di sepanjang Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya. Selain berpotensi menjadi sarang penyakit, tumpukan sampah ini juga merusak pemandangan.

Pantauan tim GoRiau di lapangan, Selasa (10/6/2025) pagi ini, onggokan sampah terlihat menumpuk hampir di depan semua ruko-ruko, kedai harian, warung jualan dan rumah warga. Ada juga yang dikemas dalam kantong plastik, namun sebagian besar sampah tersebut tampak berserakan begitu saja di tempatnya.

Pantauan tim GoRiau, sebagian dari tumpukan sampah tersebut terlihat mulai mengeluarkan bau tidak sedap dan lalat hijau mulai beterbangan di onggokan sampah.

"Sudah sejak raya haji itu Pak sampahnya," kata Icha, seorang pedagang makanan di Jalan Garuda Sakti Km 1 kepada GoRiau.

Kondisi di lapangan terlihat bertolak belakangan dengan pernyataan yang dilontarkan Pemko Pekanbaru sebelumnya. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, Senin (9/6/2025) menyatakan, pembuangan sampah hanya diperbolehkan pada malam hari, tepatnya pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Sementara pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar akan dimulai sejak pukul 21.00 hingga 05.00 WIB setiap harinya.

"Katanya sampah akan diangkat malam hari. Tapi nyatanya apa, pagi hari onggokan sampah malah makin banyak saja di sepanjang Jalan Garuda Sakti ini. Itu kan bukti sampahnya tidak diangkat petugasnya," tandas Pak De, seorang pemilik bengkel.

Warga lainnya, Indra, berharap Pemko Pekanbaru serius mengatasi masalah sampah ini. Menurut dia, sampah di sepanjang Jalan Garuda Sakti ini hanya sebagian kecil dari onggokan sampah di Kota Pekanbaru ini.

"Kita yakin Pemko selama ini sudah berusaha mengatasi masalah sampah ini. Tapi buktinya onggokan sampah makin banyak saja. Sebagai warga tentu kita berharap pemerintah bergerak cepat. Kalau kontrak pengangkutan sampah sudah habis dengan pihak ketiga sebelumnya, ya kita harap ada solusi lain dari pemerintah kota," harap Indra. ***