TELUKKUANTAN - Pemuda Kuantan Mudik yang tergabung dalam komunitas Alam Batobo terus melakukan penghijauan terhadap bumi. Selain di linkungan sekolah, komunitas ini juga melakukan penanaman di kawasan hutan.

Seperti Minggu (7/12/2015) kemaren, Alam Batobo melakukan penanaman di kawasan hutan Bukit Betabuh. Jenis tanaman yang ditanam adalah bibit durian dan nangka.

"Tanaman ini (durian dan nangka) bisa hidup dan tumbuh di dalam hutan. Kenapa kita menanam tanaman buah di hutan? Untuk menambah keanekaragaman tumbuhan di sini," urai dr. Gianjar Sukma Putra, salah seorang anggota Alam Batobo kepada GoRiauCom.

Dikatakannya, Alam Batobo memiliki program untuk terus melakukan penanaman baik di lingkungan masyarakat maupun hutan. Hal ini untuk menjaga lingkungan agar tetap asri.

"Kita tahu, oksigen yang kita hirup dihasilkan oleh tumbuhan dan tentunya juga bisa menghasilkan buah," kata pria yang akrab disapa Egi ini.

Bagi Alam Batobo, tidak perlu banyak bibit yang ditanam dalam setiap menjelajah hutan. Namun, semangat menanam tidak boleh pudar untuk kelestarian hutan.

"Memang tidak banyak yang kita tanam, hanya berkisar lima pohon setiap dua kali seminggu. Tapi, ini akan rutin kita laksanakan," ujar Egi. Ia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kehutanan Kuansing yang telah membantu bibit.

"Alhamdulillah, kita mendapat dukungan penuh dari Dishut Kuansing. Mereka memberikan solusi untuk masalah bibit," kata Egi.

Komunitas Alam Batobo beranggotakan 15 orang yang peduli terhadap lingkungan. Bagi mereka, kelak siapa pun bisa menikmati apa yang mereka tanam saat ini. Apalagi, tanaman yang ditanam berumur ratusan tahun.

"Tumbuh dan berbuahlah, agar anak cucu kami makan durian," tutup Egi bersama teman-temannya usai menanam durian di puncak air terjun Gemuruh Air Hitam. ***