PEKANBARU- Masih marak perbuatan mencuri minyak bumi atau ilegal tapping di Riau, kali ini sebanyak 7 tersangka digondol polisi ke penjara di Kabupaten Bengkalis, karena melakukan pencurian minyak mentah atau ilegal tapping milik Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan penangkapan dilakukan atas informasi yang diberikan masyarakat, bahwa ada kegiatan mengambil minyak secara ilegal di wilayah Kelurahan Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Atas informasi tersebut, tim opsnal Satreskrim Polres Bengkalis melakukan penyelidikan dilokasi dimaksud. Dari hasil penyelidikan, pada hari Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 04.00 WIB, tim opsnal melakukan penangkapan terhadap dua orang masing-masing berinisial PS berperan sebagai supir yang mengemudikan mobil tangki dengan no polisi BK 9769 CL, dan JN berperan sebagai toke.

"Petugas awalnya mencurigai mobil tersebut yang keluar dari rumah makan royal bumbu di Kecamatan Pinggir. Saat di stop kemudian setelah diinterogasi mereka mengakui akan mengangkut minyak hitam yang diambil dari pipa minyak mil, dan ini adalah kali kedua mereka melakukannya," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Jumat malam.

Kemudian dua tersangka itu diminta untuk menunjukkan rekan-rekannya dalam melakukan pencurian minyak mentah itu. Dari hasil pengembangan yang dilakukan terhadap dua orang pelaku, tim opsnal berhasil meringkus lima orang lainnya atas petunjuk dua tersangka yang pertama ditangkap.

Lima tersangka itu berinisial, AF (38), AH (38), AZ (30), PR (31), dan BY (21). Dari pengakuan para pelaku, mereka sudah beberapa kali melakukan pencurian minyak mentah. Polisi masih memburu seorang pelaku lain berinisial MAN yang diduga sebagai penampung minyak mentah dan PJ.

MAN pernah memberikan uang Rp 25 juta kepada AF untuk hasil minyak mentah yang dicuri di Tengganau, Kecamatan Pinggir pada 12 November 2019. Uang itu dibagika AF sebesar R.2.500.000 kepada AZ, sebesar Rp.2.500.000 kepada AH dan Rp 4.500.000 kepada BY sedangkan AF mendapatkan Rp.15.500.000.

"AF berperan sebagai membuka keran setelah berhasil dibor dan yang melihat saat mengebor pipa mimyak mentah. PW sebagai memegang selang di atas tangki, BY memantau situasi di lapangan, JN membeli minyak. Kemudian minyak dijual pada PJ," tutup Sunarto.

Ketujuh pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Bengkalis untuk penyidikan lebih lanjut. Selain truk, barang bukti diamankan adalah sepeda motor, handphone, bor, kunci pipa, lem besi, pipa slang, las dan peralatan pengeboran lainnya. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP. ***