
DURI, GORIAU.COM - Trotoar jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki. Namun lain halnya trotoar di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bukan untuk pejalan kaki.
Pantauan GoRiau.com, Senin (10/8/2015), trotoar di Kota Duri berada dari Simpang Pokok Jengkol hingga Simpang Geroga di Jalan Hangtuah dan Jalan Sudirman. Kondisi trotoar yang ada banyak yang berlubang, sehingga membahayakan pejalan kaki pada malam hari karena sering matinya lampu jalan.
Anehnya lagi, trotoar didepan Pasar Duri digunakan pedagang untuk berjualan. Bahkan yang paling mengejutkan, ada trotoar yang digunakan sebagai tempat untuk membuang sampah. Tentunya hal ini jauh dari kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan trotoar.
"Trotoar di Kota Duri jauh dari kata aman dan nyaman. Jadi untuk apa dibangun trotoar, tapi tidak bisa digunakan. Tentu itu jelas pemborosan APBD Pemkab Bengkalis yang membangun trotoar untuk pejalan kaki, tapi kenyataannya pejalan kaki tidak bisa menggunakannya," ungkap Edi salah satu warga di Jalan Hangtuah kepada GoRiau.com.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Dinas Tata Kota, Tata Ruang dan Pemukiman, Emri Juliarnis melalui selulernya terprogram otomatis menolak. Bahkan melalui pesan singkat tidak merespon.(ric)