JAKARTA - Pelayaran melintasi Samudra Atlantik berubah menjadi kedukaan ketika wabah penyakit menyerang kapal pesiar MV Hondius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tiga penumpang meninggal dunia, dengan satu korban telah teruji laboratorium positif terinfeksi hantavirus.

Insiden ini memicu respons darurat internasional untuk menyelamatkan ratusan penumpang beserta awak kapal. Saat ini tercatat enam individu terpapar, merangkum satu kasus positif dan lima pasien dugaan. Tiga korban nyawanya tidak tertolong, termasuk sepasang lanjut usia, sementara satu penumpang lainnya tengah berjuang kritis di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan.

WHO langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan krisis kesehatan tersebut dengan memfasilitasi evakuasi medis lintas negara bagi penumpang yang menunjukkan gejala. Proses penyelidikan epidemiologis dan uji laboratorium secara maraton kini sedang berjalan guna melacak sumber penyebaran patogen.

"Meski tergolong langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan mengakibatkan penyakit pernapasan berat. Hal ini memerlukan pemantauan pasien serta respons yang sangat cermat," terang perwakilan WHO melalui rilis resmi, Senin (4/5/2026).

Lembaga kesehatan tersebut terus mempercepat proses pengurutan genom virus untuk memahami karakteristik penyakit yang menyerang para korban. Secara umum, hantavirus menular melalui paparan kotoran atau urine hewan pengerat, namun ancaman penularan antarmanusia membuat petugas meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.

Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan, kapal MV Hondiussedang menempuh rute pelayaran dari Ushuaia, Argentina menuju Tanjung Verde. Wabah pernapasan akut berat ini menyerang secara mendadak di tengah laut, memaksa operator dan otoritas terkait memperketat prosedur protokol kesehatan internasional demi mencegah perluasan infeksi.

Insiden ini memicu respons darurat internasional untuk menyelamatkan ratusan penumpang beserta awak kapal. Saat ini tercatat enam individu terpapar, merangkum satu kasus positif dan lima pasien dugaan. Tiga korban nyawanya tidak tertolong, termasuk sepasang lanjut usia, sementara satu penumpang lainnya tengah berjuang kritis di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan.

WHO langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan krisis kesehatan tersebut dengan memfasilitasi evakuasi medis lintas negara bagi penumpang yang menunjukkan gejala. Proses penyelidikan epidemiologis dan uji laboratorium secara maraton kini sedang berjalan guna melacak sumber penyebaran patogen.

"Meski tergolong langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan mengakibatkan penyakit pernapasan berat. Hal ini memerlukan pemantauan pasien serta respons yang sangat cermat," terang perwakilan WHO melalui rilis resmi, Senin (4/5/2026).

Lembaga kesehatan tersebut terus mempercepat proses pengurutan genom virus untuk memahami karakteristik penyakit yang menyerang para korban. Secara umum, hantavirus menular melalui paparan kotoran atau urine hewan pengerat, namun ancaman penularan antarmanusia membuat petugas meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.

Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan, kapal MV Hondiussedang menempuh rute pelayaran dari Ushuaia, Argentina menuju Tanjung Verde. Wabah pernapasan akut berat ini menyerang secara mendadak di tengah laut, memaksa operator dan otoritas terkait memperketat prosedur protokol kesehatan internasional demi mencegah perluasan infeksi.

Insiden ini memicu respons darurat internasional untuk menyelamatkan ratusan penumpang beserta awak kapal. Saat ini tercatat enam individu terpapar, merangkum satu kasus positif dan lima pasien dugaan. Tiga korban nyawanya tidak tertolong, termasuk sepasang lanjut usia, sementara satu penumpang lainnya tengah berjuang kritis di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan.

WHO langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan krisis kesehatan tersebut dengan memfasilitasi evakuasi medis lintas negara bagi penumpang yang menunjukkan gejala. Proses penyelidikan epidemiologis dan uji laboratorium secara maraton kini sedang berjalan guna melacak sumber penyebaran patogen.

"Meski tergolong langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan mengakibatkan penyakit pernapasan berat. Hal ini memerlukan pemantauan pasien serta respons yang sangat cermat," terang perwakilan WHO melalui rilis resmi, Senin (4/5/2026).

Lembaga kesehatan tersebut terus mempercepat proses pengurutan genom virus untuk memahami karakteristik penyakit yang menyerang para korban. Secara umum, hantavirus menular melalui paparan kotoran atau urine hewan pengerat, namun ancaman penularan antarmanusia membuat petugas meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.

Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan, kapal MV Hondius sedang menempuh rute pelayaran dari Ushuaia, Argentina menuju Tanjung Verde. Wabah pernapasan akut berat ini menyerang secara mendadak di tengah laut, memaksa operator dan otoritas terkait memperketat prosedur protokol kesehatan internasional demi mencegah perluasan infeksi.***