
PEKANBARU, GORIAU.COM - Term of reference (TOR) sangat mempengaruhi kualitas karya jurnalistik khususnya dalam liputan investigasi. Lewat TOR karya jurnalistik lebih terukur dan terencana.
Demikian dikatakan mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, Ahmad Fitri saat menjadi pembicara pada acara Training Jurnalistik Liputan Investigasi Kehutanan yang digelar oleh Strengthening and Accountability Program II (SIAP II) yang bekerjasama dengan AJI Pekanbaru II di Hotel Rindu Sempadan, Minggu (13/1/2013).
Ahmad Fitri mengatakan liputan investigasi berbeda dengan liputan biasa ataupun hard news, liputan investigasi memerlukan perencanaan khusus.
''Sebelum melakukan investigasi, harus ada perencanaan khusus. Karena liputan investigasi berbeda dengan liputan biasa,'' ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Maha Adi. Narasumber asal Bali. Maha Adi ini menyampaikan perencanaan ini harus dibuat sebelum pelaksanaan peliputan investigasi. Ini dikarenakan agar isu atau jawaban dari permasalahan yang hendak dicari lebih fokus dikerjakan.
''Kalau tidak sesuai tor, bisa saja dia melihat banyak isu di lapangan dan pemikiran akan terbagi,'' katanya.
Sebelumnya juga telah dipaparkan oleh Dandhy Dwi Laksono, wartawan Investigasi kelulusan Universitas Padjajaran. Dhandi mengatakan perencanaan yang matang sangat diperlukan sebelum melakukan peliputan.
''Belum pasti hari ini ke lapangan, hari ini juga buka kamera untuk merekam. Bisa saja 3 bulan kedepan baru merekam. Kita harus merencanakan dengan matang medan yang akan kita terjuni," katanya. (nti)