
JAKARTA - Rencana penjualan saham hak komersial Piala Dunia berimbas panjang pada kepemimpinan Gianni Infantino di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Usulan yang melibatkan investor ekuitas swasta itu memancing kemarahan sejumlah konfederasi hingga muncul tuntutan agar Infantino mundur dari jabatannya.
Merespons dinamika tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara membela Infantino. Melalui pernyataan di media sosial, Senin (10/8/2026), Trump menilai Infantino adalah sosok krusial di balik kesuksesan finansial dan penyelenggaraan Piala Dunia.
"Jika dia pergi, kompetisi ini tidak akan pernah lagi sesukses atau menguntungkan seperti itu lagi!" serunya.
Penolakan Terbuka Konfederasi
Krisis kepercayaan terhadap Infantino memuncak ketika UEFA, CONCACAF, dan AFC menyatukan suara melalui sebuah surat terbuka, Senin (10/8/2026). Ketiga institusi ini menyoroti rencana penjualan saham sebagai sebuah pelanggaran kepercayaan yang fundamental.
Surat tersebut menyentil gaya kepemimpinan yang menempatkan kepentingan sepihak di atas kewenangan bersama. "Ketika kepercayaan dirusak melalui tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kepentingan bersama yang telah mempercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan," urai pernyataan gabungan itu.
Desakan ini mengancam rencana Infantino yang ingin terus menduduki posisi nomor satu di FIFA hingga 2031, melampaui masa jabatan resminya yang berakhir 2027.
Klarifikasi dan Pembatalan Resmi
Untuk meredam gejolak internal, FIFA telah menyelenggarakan pertemuan darurat di Maroko pekan lalu. Badan sepak bola dunia itu mengeluarkan permohonan maaf dan memastikan usulan penjualan saham komersial telah ditarik sepenuhnya.
Dalam forum yang sama, para petinggi FIFA sepakat untuk mempertahankan Infantino dan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya. Mereka juga mengirimkan pesan peringatan kepada pihak-pihak yang terus menyudutkan organisasi.
"Kami tidak akan lagi mentoleransi serangan apa pun terhadap integritas kami, tata kelola yang baik, dan prosedur yang semestinya, serta akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik dan reputasinya," pungkas FIFA.***