
PEKANBARU – Tokoh muda Partai Golkar Riau, Khairul Amri mengatakan, penilaian anggota DPD RI Intsiawaty Ayus terhadap kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar selama empat tahun, tidak berdasar.
"Kok tendensius sekali? Karena setahu saya beliau termasuk tokoh senior yang tak pantas buat pernyataan tak berdasar seperti itu," ucap Khairul yang juga Ketua SPS Provinsi Riau ini, di Pekanbaru, Sabtu (15/4/2023), melalui rilis kepada Goriau.com.
Sebelumnya, kepada Goriau.com, Intsiawaty yang biasa dipanggil Iin itu mengatakan, empat tahun kepemimpinan Gubri Syamsuar tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.
"Sekelas senator yang sudah berkali-kali duduk di Senayan, mestinya pernyataannya jernih, objektif dan menyejukkan," sambung Khairul.
Sebagai masyarakat Riau, Khairul juga ingin bertanya, apa prestasi Intsiawaty untuk Riau setelah berkali-kali menjadi anggota DPD RI mewakili Provinsi Riau.
"Terkadang kita ini mudah menilai orang, tapi sulit mengevaluasi diri sendiri," ujarnya, sambil menyebut, dirinya hormat dengan Intsiawaty. Tapi kalau buat statement begini, jadi kurang simpatik.
Iin juga menyoroti kasus mangkraknya pembangunan gedung Korem 032/Wirabima dan pembangunan payung elektrik di Masjid Raya Annur.
Ditegaskan Khairul, mestinya Pemprov Riau mendapat ucapan terima kasih karena telah berkenan mengalokasikan anggaran APBD Riau untuk pembangunan gedung Korem.
"Kalau mangkrak, jangan Pemprov Riau atau Gubri yang disalahkan. Salahkan kontraktornya, siapa konsultan pengawasnya, kok mangkrak. Itu, kan proyek ditender secara terbuka, begitu juga konsultan pengawasnya dilelang secara terbuka," terang Khairul.
"Hal yang sama juga terkait pembangunan payung elektrik di Masjid Raya Annur. Tanya kontraktornya, konsultan pengawasnya. Jangan Gubri yang disalahkan," tegas Khairul lagi.
Dituturkannya, iendati sempat tertunda, baik pembangunan gedung Korem begitupun payung elektrik tetap berlanjut tahun ini.
"Semua kita pasti berharap selesai sesuai harapan kita semua. Kalau kontraktornya gagal, ya pasti sesuai aturan bakal kena penalti (denda). Jadi semua ada prosedur aturannya," terang mantan Pemimpin Redaksi Pekanbaru Pos ini.
Dinilai Tak Bermanfaat untuk Rakyat
Sebelumnya diberitakan Goriau.com, empat tahun kepemimpinan Gubernur Riau, Syamsuar, dinilai kurang memuaskan. Sejumlah proyek dan kebijakan yang diterapkan dinilai belum memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Riau.
Program pembangunan terutama infrastruktur jauh dari harapan, ekonomi masyarakat semakin sulit. Bahkan dua proyek yang menjadi sorotan utama publik yakni pembangunan gedung Korem dan payung-payung konvertibel Masjid Agung Annur juga tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Pembangunan gedung Korem sampai detik ini masih terbengkalai, ini menyulitkan TNI dalam menjalankan aktivitas pentingnya sebagai instrumen pertahanan berbasis teritori," ungkap Dr Intsiawati Ayus, SH, MH, anggota DPD/MPR RI periode 2019-2024, kepada GoRiau.com, Jumat (14/4/2023).
Tak hanya gedung Korem, proyek payung-payung konvertibel raksasa di Masjid Agung Annur juga menuai kritik.
"Siapa yang tidak kagum pada keindahan Masjid Nabawi, tapi itu berbeda dengan yang di Masjid Agung Annur Pekanbaru, payung-payung konvertibel raksasa itu juga masih kacau balau sampai saat ini," ujar Intsiawati Ayus.
Menurut Intsiwati, sebaiknya Gubernur Samsuar fokus menyelesaikan proyek yang sedang berlangsung saat ini dan tidak perlu memikirkan kebijakan atau program baru.
"Jadi menurut saya, sebaiknya Bapak Gubernur bersih-bersih saja pekerjaan yang sedang berlangsung sekarang ini, jangan memikirkan kebijakan ataupun program lagi di sisa jabatan ini," tegasnya.
Intsiawati Ayus menambahkan, pekerjaan yang saat ini sedang berjalan pun masih banyak yang kacau.
"Ibarat masuk ke rumah orang rapi, jadi saat keluar juga usahakan juga rapi. Jadi, fokus saja beres-beres di sisa jabatan," pungkas Intsiawati Ayus. (adv)