BANGKINANG, GORIAU.COM - Kampar kehilangan seorang tokoh terbaiknya, HM Amin HS. Tokoh masyarakat ini meninggal dunia di Rumah Sakit University Kebangsaan Malaysia (UKM) Kualalumpur, Malaysia, Ahad (4/1/2015) pagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB. Rencananya jenazah almarhum akan diterbangkan besok pagi menuju Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan lagi ke Pekanbaru dan dibawa ke Bangkinang.

Menurut putra keenam almarhum, Muhammad Hidayat, diperkirakan jenazah sampai di Bangkinang pukul 14.00 WIB. Almarhum akan dikebumikan di kampung halamannya di Sungai Betung, Kuok. ''Insya Allah Senin sore sudah bisa dikebumikan,'' ujarnya.

Putra almarhum Agus Candra kepada GoRiau.com mengatakan ayahnya dirawat sekitar sebulan lalu di Kualalumpur. Sudah beberapa dilakukan operasi karena tumor di ususnya. ''Di Kualalumpur kan banyak kakak-kakak dan keluarga. Jadi dirawat di sana aja,'' ujar anggota DPRD Kampar dari Fraksi Golkar ini.

HM Amin HS wafat dalam usia 74 tahun. Almarhum lahir di Kuok 14 Maret 1941. Almarhum meninggalkan tujuh orang anak. Enam dari istri pertama Almarhum Hj Muhamah dan satu orang dari istri kedua Hj Afrida. Selain itu Almarhum meninggalkan 18 orang cucu. "Keluarga sangat berharap dan meminta kalau ada kesalahan orangtua baik sengaja maupun tidak sengaja kami mohon dimaafkan," ujar Hidayat.

HM Amin HS menghabiskan usianya di bidang politik. Dia lima periode menjadi anggota dan Wakil Ketua DPRD Kampar dari PPP. ''28 tahun menjadi anggota dewan sejak tahun 1971 hingga masa reformasi tahun 1999,'' ujar Agus. Setelah tidak di dewan, Amin banyak mengamati situasi politik di Kampar.

Bagi politikus PAN Riau, Fendri Jaswir, Amin HS adalah guru politiknya. Semasa jadi wartawan Fendri banyak belajar dari almarhum. ''Orangnya berani dan punya prinsip,'' ujar Fendri yang merasa kehilangan.Lima hari sebelum meninggal, Fendri sempat meminta maaf dan menyampaikan salam ke Amin HS melalui anaknya Agus Candra. Agus bersama Uminya sempat melepas kepergian Amin menghadap Sang Khalik. (fjw)