PEKANBARU – Kondisi di sepanjang Jalan Garuda Sakti, Panam, semakin memprihatinkan. Selain tingkat kemacetan yang terus meningkat, tumpukan sampah yang semakin banyak di berbagai titik menambah permasalahan lingkungan di kawasan tersebut.

Pantauan GoRiau.com, Jumat (21/2/2025) pagi, menunjukkan semakin banyaknya titik pembuangan sampah yang tidak terangkut dalam beberapa hari terakhir. Di depan ruko, toko, dan kedai yang berjejer di sepanjang jalan, terlihat tumpukan sampah yang diduga sudah berhari-hari tidak diangkat oleh petugas kebersihan.

Di sekitar Gang Al Fajar, misalnya, terlihat tumpukan sampah dalam kantong-kantong plastik hitam yang sebagian sudah robek, menyebabkan isinya berserakan hingga ke pinggir jalan.

"Sudah lebih seminggu ini sampah tidak diangkut. Awalnya hanya tertumpuk di dalam parkiran, lalu makin lama semakin banyak. Pemulung sering merobek kantong-kantong sampah untuk mencari barang bekas, sehingga isinya berserakan. Sampahnya dikumpulkan lagi, tapi tetap tidak ada petugas yang mengangkut," ungkap Dedi, warga sekitar.

Menurut Dedi, warga membayar retribusi sampah sebesar Rp50 ribu per bulan untuk ruko dan Rp20 ribu per bulan untuk kedai. Namun, pengelolaannya masih bermasalah. "Yang memungut uang sampah berbeda dengan yang mengangkutnya. Kadang sampah dipungut, kadang tidak. Sampah di tepi jalan mungkin masih diambil, tapi yang agak ke dalam sering diabaikan," keluhnya.

Yeni, pemilik kedai di kawasan tersebut, juga mengungkapkan keresahannya. "Kalau sampah lama tidak diangkut, baunya makin menyengat dan bisa membuat pelanggan enggan belanja ke sini. Kalau tidak ada tindakan, makin banyak orang buang sampah sembarangan," ujarnya.

Sementara itu, Herman, warga Gang Trafo, juga mengaku sudah lama tidak melihat truk sampah beroperasi. "Biasanya ada mobil sampah warna kuning yang rutin mengambil sampah. Tapi sebulan terakhir, saya tidak melihatnya lagi beroperasi di sini," katanya.

Lurah Simpang Baru, M Zulfi Syahri, membantah bahwa sampah tidak diangkut selama sebulan. "Tidak benar kalau sampai sebulan tidak diangkut. Memang ada kendala karena pihak pengangkutnya kurang tertib. Kami akan segera koordinasikan masalah ini," ujarnya.

Terkait pembayaran retribusi sampah, Zulfi menegaskan bahwa sistemnya dilakukan secara non-tunai. "Pembayaran sampah dilakukan secara non-tunai. Terkait pengangkutan, kami akan konfirmasi ulang kepada pihak terkait. Biasanya sampah tetap diangkut secara berkala," pungkasnya. ***