PEKANBARU - Kemunculan titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis (6/8/2026). Meskipun peluang hujan terpantau masih ada di beberapa wilayah, kondisi kekeringan memicu sebaran titik panas yang kini mencapai angka 45 titik.

Sebaran Titik Panas Riau

Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, merincikan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir menjadi daerah dengan kemunculan hotspot terbanyak di Riau hari ini. Sistem pemantauan mencatat rincian sebaran titik panas sebagai berikut:

  • Kabupaten Indragiri Hilir: 16 titik
  • Kabupaten Indragiri Hulu: 14 titik
  • Kabupaten Pelalawan: 4 titik
  • Kabupaten Siak: 4 titik
  • Kabupaten Kuantan Singingi: 3 titik
  • Kabupaten Kampar: 2 titik
  • Kabupaten Rokan Hulu: 1 titik
  • Kota Dumai: 1 titik

"Meskipun peluang hujan masih ada di beberapa wilayah, jumlah hotspot yang terus meningkat menunjukkan kondisi kekeringan di sejumlah daerah masih perlu diantisipasi," urainya.

Kondisi Sumatera dan Imbauan Waspada

Secara akumulatif, Riau turut menyumbang jumlah titik panas di wilayah Pulau Sumatera. Berdasarkan pembaruan data pukul 23.00 WIB, BMKG mendeteksi total 453 hotspot yang tersebar di Pulau Sumatera.

Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 195 titik, disusul Lampung 77 titik, Bangka Belitung 65 titik, dan Riau 45 titik. Daerah lain yang turut menyumbang angka adalah Jambi dengan 29 titik, Kepulauan Riau 18 titik, Bengkulu delapan titik, Sumatera Barat tujuh titik, Sumatera Utara lima titik, serta Aceh empat titik.

Menyikapi peningkatan indikasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ranti mengingatkan secara tegas agar warga dan perusahaan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan.

***