PEKANBARU - Langkah strategis peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik resmi disepakati oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dan Pemkot Jambi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antardaerah di Rumah Singgah Tuan Kadi, Rabu (5/8/2026).

Penandatanganan MoU ini dilakukan di sela rangkaian agenda Green Cities Mayors Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9. Momen pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua pemerintah kota untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang kerja sama sektoral yang lebih nyata.

Bukan Sekadar Seremoni

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan bahwa kolaborasi antarkota menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks. Ia menilai kedua daerah memiliki potensi besar di berbagai sektor yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari perekonomian, investasi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pariwisata.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk membangun sinergi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah. Kami ingin hubungan ini terus berkembang melalui program kerja yang produktif," terangnya.

Ia berharap dokumen kesepakatan tersebut segera ditindaklanjuti dengan program-program terukur. Lewat kolaborasi yang erat, kualitas pelayanan publik dan optimalisasi pembangunan di kedua kota diyakini dapat berjalan lebih lancar.

Fokus Inovasi dan Kapasitas Daerah

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Jambi, Maulana menilai sinergi ini akan memperkuat kapasitas pemerintah dalam mengembangkan berbagai sektor vital kemasyarakatan. Pertukaran pengalaman dan inovasi penyelenggaraan daerah menjadi target utama dari kerja sama ini.

"Kami memandang kerja sama ini sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dengan semangat kolaborasi, Kota Jambi dan Kota Pekanbaru dapat tumbuh bersama," paparnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar jejaring yang terbangun bisa mempermudah penyelesaian tantangan pembangunan. Pihaknya memastikan akan mengawal poin-poin kerja sama agar dapat terealisasi di lapangan.

"Semoga nota kesepahaman ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi menjadi awal lahirnya berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua daerah," pungkasnya. ***