PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kemunculan lima titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, Kamis (14/8/2025). Titik panas ini menjadi indikator awal potensi kebakaran lahan dan hutan, yang secara langsung dipengaruhi oleh cuaca panas dan kering di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data satelit yang dipantau BMKG Stasiun Pekanbaru, lima titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir (2 titik) dan Rokan Hulu (3 titik). Selain Riau, sebaran titik panas juga terdeteksi di Aceh (17 titik), Sumatera Utara (15 titik), dan Sumatera Barat (6 titik).

Di tengah kemunculan hotspot tersebut, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Riau. Cuaca diprediksi berubah-ubah dalam sehari, dimulai dari kabut dan awan di pagi hari hingga potensi hujan lebat di malam dan dini hari.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu banjir lokal atau longsor, terutama di daerah yang juga terdeteksi memiliki titik panas.

"Cuaca pagi diprakirakan kabur hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, dan Siak," ujarnya.

Pada siang hingga sore, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di Rokan Hulu, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Potensi cuaca ekstrem meningkat pada sore dan malam hari.

Malam harinya, hujan berpeluang terjadi di wilayah Kota Pekanbaru, Dumai, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.

"Waspadai hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam, dan dini hari di wilayah Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, serta Indragiri Hulu," tegas Anggun.

Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat celsius dengan kelembaban antara 55–98 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam. Untuk perairan, tinggi gelombang laut berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

Kemunculan titik panas ini memperkuat pentingnya pemantauan cuaca dan kondisi lahan secara intensif. Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di area rawan kebakaran. ***