BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat menyusul meningkatnya jumlah titik api serta luas lahan yang terbakar pada awal tahun.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla di Aula Kantor BPBD Bengkalis, Jumat (30/1/2026). Data BPBD menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan terjadinya 8 peristiwa kebakaran yang telah menghanguskan 19 hektar lahan hingga akhir Januari 2026.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 tercatat 45 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 144,5 hektar. Tanpa mitigasi yang cepat, luas kebakaran pada tahun ini diprediksi bisa melampaui angka tahun sebelumnya akibat kondisi cuaca yang ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkalis, Salman Alfarisi, mengungkapkan bahwa mayoritas area yang terbakar adalah kebun milik masyarakat. Luasan kebakaran terbesar ditemukan di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, serta Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang masing-masing mencapai 6 hektar.

"Saat ini tim gabungan Karhutla Kabupaten Bengkalis masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan untuk mencegah api kembali meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar," paparnya.

Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syahrudin, menegaskan bahwa status siaga darurat ini menjadi dasar hukum untuk memobilisasi seluruh sumber daya secara efektif. Ia menyoroti kerawanan tinggi di Bengkalis karena dominasi lahan gambut yang mudah terbakar.

"Bengkalis memiliki tingkat kerawanan tinggi karena dominasi lahan gambut dan dampak perubahan iklim. Saya meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mengutamakan langkah pencegahan," tegasnya.

Menurutnya, aktivitas manusia dan cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang harus diantisipasi secara terpadu. Dengan status ini, koordinasi antara BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api diharapkan semakin optimal tanpa terhambat prosedur birokrasi dalam pengerahan alat dan personel.

Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, di antaranya Dandim 0303 Bengkalis yang diwakili Kapten Inf Agus Dani, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kompol Imron Teheri, dan Kajari Bengkalis yang diwakili Steven Jefferson. Hadir pula Manajer Pusdalops BPBD Bengkalis, Erzan Syah, beserta jajaran perangkat daerah terkait. ***