DURI, GORIAU.COM - Pembangunan Jalan Lingkar Barat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menggunakan dana APBD sebesar ratusan miliar ini bertujuan mempermudah akses transportasi masyarakat, sehingga truk besar tidak lagi masuk ke dalam Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Namun mirisnya, untuk memenuhi target pembangunan, Jalan Lingkar Barat harus membelah atau menerobos Hutan Talang yang kini tinggal 200 hektar. Hutan Talang merupakan bagian dari Suaka Margasatwa (SM) Balairaja yang luasnya 18.000 hektar, tapi kini hanya tersisa 200 hektar (Hutan Talang).

Informasi itu dirangkum GoRiau.com melalui Himpunan Pengiat Alam (Hipam) Duri. Panjang Jalan Lingkar Barat yang akan membelah hutan Talang 4 kilometer, hutan itu merupakan hutan lindung yang dihuni oleh satwa langka yang dilindungi seperti gajah Sumatera, tapir, burung rangkok, siamang dan lainnya.

Jalan Lingkar Barat ini bertepatan dengan jalur jelajah gajah liar. Sementara kondisi gajah liar sudah mulai punah diburu oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab, untuk meraup rupiah ratusan juta hingga miliaran.

"Kondisinya saat ini Jalan Lingkar Barat sudah dimulut rimba (dipinggir Hutan Talang, red) Hutan Talang dan bersiap-siap untuk membelah hutan itu," ujar Ketua Hipam Duri Zulhusni Syukri kepada GoRiau.com, Rabu (19/8/2015) sore saat ditemui di Duri.

Efek domino yang akan ditimbulkan dari pembangunan Jalan Lingkar Barat, menurut Zulhusni yang akrab dipanggil Husni ini, akan ada pembangunan infrastruktur lainnya di kawasan hutan Talang, seperti rumah, ruko dan jalan lainnya. Hal ini secara otomatis akan menghilangkan status hutan Talang dan membuat satwa liar yang berlindung di hutan tersebut mati atau punah.

"Hal ini sudah kita suarakan ke pihak Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dan terkesan tutup mata," ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada reaksi dari pemerintah daerah dengan apa yang dilakukan Hipam Duri. Sebelumnya juga, Hipam Duri hanya diiming-imingi janji adanya pertemuan dengan Pemkab Bengkalis melalui Dinas PU.

"Kita saat ini terkendala jarak antara Duri dengan Pulau Bengkalis," tutup Husni.

Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis M Nasir saat dikonfirmasi melalu telpon selulernya pun enggan mengangkatnya.(ric)