
PEKANBARU, GORIAU.COM - 54 orang Jemaah Calon Haji di lingkungan PTPN V ditepung tawari oleh Direksi PT Perkebunan Nusantara V, Selasa (18/8/2015). Dari 54 orang tersebut, 17 orang merupakan karyawan perusahaan beserta keluarga dan 37 orang merupakan petani plasma yang menjadi mitra Perusahaan. Acara Tepung Tawar sendiri dilaksanakan di Ruang Dang Merdu Kantor Pusat PTPN V Jalan Rambutan Pekanbaru.
Tepung tawar yang dihadiri oleh Dewan Direksi, IKBI, dan perwakilan Majelis Ta’lim itu dimulai dengan sambutan dari perwakilan JCH PTPN V, Marulihot Harahap.
''Mewakili seluruh JCH PTPN V, kami mengucapkan terimakasih banyak atas acara yang telah sengaja dilaksanakan untuk kami ini. Selanjutnya kami haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama bergaul sehari-hari, terdapat silaf dan salah disana-sini,'' sebut Marulihot.
''Insha Allah disana kami akan mendoakan semoga Perusahaan dapat terus sehat dan karyawan bisa sejahtera,'' harapnya lagi.
Sementara itu Direktur SDM/Umum PTPN V Syamsul Rizal Lubis berpesan kepada seluruh JCH untuk senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di tanah suci.
''Jaga kesehatan dengan sebaik-baiknya, kami harapkan Bapak Ibu sekalian dapat pergi dengan selamat ke tanah suci, lancar dalam melaksanakan berbagai rukun dan ibadah haji, serta bisa pulang kembali ke tanah air dengan selamat pula,'' pesan Syamsul.
''Serta yang terutama, semoga JCH PTPN V dapat pulang ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur ataupun hajjah yang mabrurah,'' imbuhnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru. Tidak sedikit dari JCH maupun hadirin yang meneteskan air mata, baik saat talbiyah dikumandangkan atau saat JCH bersalam-salaman bersama Direksi dan hadirin.
Pada acara tersebut pula, tausiyah diberikan oleh Al Ustadz DR. Zaidul Amin. Diutarakan olehnya, sedikitnya sebelum berangkat Haji, ada 3 hal yang harus dipersiapkan dengan baik oleh para JCH PTPN V.
''Yang pertama niat haru ikhlas, sebab Haji milik Allah SWT dan kita hanya pelakunya. Selanjutnya jiwa harus bersih, baik atas dosa dengan Tuhan atau dosa dengan sesama manusia. Terakhir didik jiwa melalui peningkatan ibadah semenjak sebelum berangkat seperti sekarang ini,'' tutupnya. (rls)