
JAKARTA – Setelah sempat dibekukan, platform media sosial TikTok akhirnya bisa kembali beroperasi di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mencabut pembekuan sementara izin operasional TikTok usai perusahaan tersebut menyerahkan data yang diminta pemerintah terkait aktivitas monetisasi selama periode unjuk rasa akhir Agustus lalu.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan data tersebut mencakup rekap harian eskalasi traffic, jumlah monetisasi, dan indikasi pelanggaran monetisasi selama 25–30 Agustus 2025.
“Tiktok telah mengirimkan data yang diminta melalui surat resmi tertanggal 3 Oktober 2025. Data itu berisi informasi lengkap mengenai aktivitas TikTok Live selama periode unjuk rasa,” ujar Alexander, Minggu (5/10/2025).
Sebelumnya, TikTok terkena sanksi pembekuan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) sejak Jumat (3/10/2025) karena belum menyerahkan data yang diminta. Setelah analisis dilakukan, pemerintah menilai TikTok telah memenuhi kewajiban sesuai aturan.
“Dengan dasar pemenuhan kewajiban tersebut, Kemenkomdigi mengakhiri pembekuan sementara dan mengaktifkan kembali status TikTok sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang terdaftar,” tegas Alexander.
Ia menambahkan, Kemenkomdigi akan terus memperketat pengawasan terhadap seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat agar mematuhi regulasi nasional. “Kami akan terus berkomunikasi dan memastikan ekosistem digital berjalan secara aman, terpercaya, dan kondusif bagi seluruh pengguna,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah meminta data aktivitas TikTok Live untuk menelusuri dugaan praktik monetisasi yang mengandung unsur perjudian online selama aksi unjuk rasa 25–30 Agustus 2025. Dengan penyerahan data tersebut, TikTok kini bisa kembali bernapas lega setelah hampir dua hari terkena sanksi pembekuan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah tak segan menindak platform digital besar yang tidak patuh terhadap regulasi, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih transparan di ruang digital Indonesia. ***