PEKANBARU – Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Sulastri, menyebut Gubernur Riau, Syamsuar, sebagai kepala daerah yang sampai hari ini masih komitmen dalam mewujudkan 'Riau Lebih Baik'.

Dikatakan Sulastri, bila dihitung sejak dilantik, maka 2022 ini adalah tahun ke-3 Syamsuar memimpin Riau ini, dan selama tiga tahun belakangan ini ada beberapa terobosan yang dibuat oleh Syamsuar dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

"Sejumlah kebijakan telah dilakukan, terutama dalam penyaluran beasiswa untuk mahasiswa berprestasi baik yang kuliah di dalam maupun di luar negeri," ujar Sulastri, Senin (4/4/2022).

Program beasiswa, lanjutnya, juga diberikan kepada mahasiswa kurang mampu di Riau, pemberian ini tidak pernah membedakan suku, agama, dan ras. Ini bukti bahwa Gubernur Syamsuar mampu menjadi sosok pemimpin bagi masyarakat Riau yang heterogen.

Selain perguruan tinggi, Gubernur Syamsuar juga memberi perhatian untuk SMA/SMK yang menjadi kewenangan Pemprov. Perhatian ini tidak hanya kepada sekolah negeri ini, tapi juga sekolah swasta.

"Untuk swasta juga diberikan seperti pengalokasian dana BOSDA bagi sekolah SMA/SMK Swasta senilai Rp. 400.000/siswa. Kebijakan ini belum ada sebelumnya, dan tentu secara perlahan sesuai kemampuan anggaran akan dapat ditingkat pada masa mendatang," tuturnya.

Lebih jauh, dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja, Gubernur Riau pun membuat Regulasi yaitu Pergub No.6 tahun 2022 tentang Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Melalui Kemitraan dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia kerja. Ini adalah regulasi pertama di Indonesia, yang saya kira sangat patut diapresiasi oleh masyarakat khususnya dunia pendidikan di Riau," terangnya.

"Di sisi lain tentu kami berharap, kontiniutas dari kebijakan tersebut dan partisipasi masyarakat demi terwujudnya kualitas sumber daya manusia di Tanah Melayu Lancang Kuning ini," tutupnya. ***