PEKANBARU, GORIAU.COM - Penuturunan harga tandan buah segar (TBS) selama tiga periode berturut-turut telah memukul harapan petani sawit terhadap kelangsungan usaha dan kehidupaanya. Periode berikutnya harus ada perbaikan atau kenaikan walaupun kecil.

Keluhaan tersebut disampaikan Sekretaris Aspekpir Riau, Karya Muslimat kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (18/9/2012).

''Kondisi ini sangat dikeluhkan petani, apalagi yang hanya menggantukan hidupnya di kelapa sawit. Kita harapkan harga ini segera normal atau mengalami kenaikan,'' tambahnya.

Untuk mendorong peningkatan tersebut, supoort dari perusahaan perkebunaan sangat diperlukan, selain pembinaan juga sangat diperlukan komitmen untuk membeli TBS petani dengan harga standar.(rdc)