PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Provinsi Riau. Titik api terbaru dilaporkan tersebar di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kampar, memaksa tim gabungan bekerja keras mencegah kebakaran meluas guna menghindari bencana kabut asap.

"Tim gabungan saat ini masih terus melakukan upaya pemadaman di dua titik tersebut," ujar Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal kepada GoRiau.com, Kamis (26/2/2026).

Dua lokasi yang masih dalam proses pemadaman di Kota Dumai mencakup Kelurahan Bagan Keladi di Kecamatan Dumai Barat serta Kelurahan Tanjung Palas di Kecamatan Dumai Timur. Sementara untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, titik panas muncul di tiga area berbeda, yaitu Desa Sukarjo Mesim di Kecamatan Rupat, Desa Sekodi di Kecamatan Bengkalis, dan Desa Tanjung Leban di Kecamatan Bandar Laksamana.

Satu hamparan terbakar lainnya terdeteksi berada di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Penanganan krisis lingkungan ini melibatkan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari personel BPBD tingkat daerah, prajurit TNI, aparat kepolisian, satuan Manggala Agni, kelompok masyarakat peduli api, hingga keterlibatan pihak perusahaan di sekitar lokasi terdampak. Mobilisasi sumber daya dan koordinasi lintas instansi tersebut semakin diintensifkan menyusul penetapan status siaga darurat karhutla di Riau.

Selain mengandalkan operasi pemadaman dari jalur darat, langkah mitigasi turut diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penanganan via udara ini secara khusus menyasar area pesisir seperti Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Dumai, dan Kabupaten Bengkalis.

"OMC terus dilaksanakan di wilayah pesisir untuk membantu menekan potensi karhutla," urainya.

Rangkaian penanggulangan terpadu ini menjadi krusial untuk segera menekan laju penyebaran api. Hal ini bertujuan melindungi aktivitas harian masyarakat dan menjaga kesehatan publik dari ancaman serius polusi udara akibat pembakaran lahan. ***