
PEKANBARU – Hingga Rabu (12/12/2025) malam, masih tersisa tiga kabupaten di Riau yang belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, kepada Goriau menyampaikan bahwa Kampar baru menetapkan status tersebut hari ini, menyisakan Pelalawan, Bengkalis, dan Indragiri Hulu (Inhu) yang belum mengambil langkah serupa.
"Iya benar, Kampar sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hari ini. Ini berarti sisa tiga kabupaten yang belum—Pelalawan, Bengkalis dan Inhu. Tentu kita mendorong agar ketiga daerah ini segera menetapkan status siaga, melihat prediksi BMKG Riau baru-baru ini," ujar Edy.
Sebelumnya, BPBD Riau telah meminta empat kabupaten segera menetapkan status siaga hidrometeorologi. Imbauan itu disampaikan setelah rapat koordinasi bencana yang dipimpin Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Senin (8/12/2025). Saat itu, Kampar, Pelalawan, Inhu, dan Bengkalis tercatat sebagai daerah yang belum menetapkan status.
Edy menegaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut berada dalam kategori rawan bencana. Kampar dan Pelalawan berpotensi terdampak banjir apabila pintu waduk PLTA Koto Panjang dibuka. Sementara Bengkalis sebagai wilayah pesisir kerap dilanda banjir rob.
Dengan penetapan status siaga, seluruh daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor saat musim hujan. BPBD Riau telah menyiapkan peralatan pendukung seperti tenda, perahu, dan pelampung, serta berkoordinasi dengan BNPB dan Baznas.
Edy juga mengingatkan bahwa kondisi Riau turut dipengaruhi curah hujan di luar provinsi. Sungai-sungai besar di Riau, seperti Sungai Rokan dan Sungai Kampar, berhulu di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Hujan deras di hulu bisa menyebabkan banjir di Riau meski lokal tidak hujan," kata Edy. ***