PEKANBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau mengimbau dinas pendidikan kabupaten/kota yang terkena dampak kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) supaya cepat tanggap terhadap kondisi udara di masing-masing wilayahnya.

"Kami minta disdik kabupaten dan kota untuk selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan badan lingkungan hidup setempat. Supaya informasi-informasi yang berkaitan polusi udara karena kabut asap bisa diantisipasi," terang Kadisdik Riau, Kamsol kepada GoRiau.com, Senin (29/8/2016) di Pekanbaru.

Dikatakan Kamsol, kabut asap yang menyelimuti Riau tak sepenuhnya dapat dipantau oleh provinsi mengingat kualitas udara yang bisa kapan saja diserbu asap. Bahkan, kabupaten/kota yang wilayahnya sama sekali tidak terjadi karlahut pun ikut terkena dampak lantaran asap bergerak ditiup angin.

"Daerah mana-mana saja yang sudah terdampak asap tidak terpantau sama kita. Untuk itu, kami minta daerah tanggap cepat dan laporkan kondisinya ke kita. Biar bisa kita sampaikan ke pak Gubernur dan satuan tugas karlahut," tutupnya.

Sementara itu, kabut asap tebal, Senin pagi tadi, membuat sejumlah sekolah di Duri, mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ini dilakukan karena kondisi udara berdasarkan indeks standar polusi udara (ISPU) di Duri masuk kategori berbahaya di level 477. ***