PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski peraturan tentang Dirut RSUD harus dijabat lulusan dokter sejak 2010 lalu, namun hal itu tidak diberlakukan RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau, dimana hingga saat ini masih diisi Yulwiriati Moesa seorang apoteker.

Ternyata yang membuat Yulwiriati Moesa bisa bertahan hingga saat ini sebagai Dirut RSUD Arifin Ahmad adalah mantan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal (RZ). Dimana Yulwiriati tetap dipertahankan hingga dirinya tidak lagi menjabat sebagai gubernur Riau.

"Peraturan itu memang sudah keluar sejak 2010 lalu, namun Pak Rusli Zainal tetap mempertahankan saya," kata Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Selasa (25/2/2014).

Hal itu juga yang menyebabkan Menteri Kesehatan (Menkes) Dr Nafsiah Mboi tidak mau meresmikan Gedung Rawat Inap Kelas III RSUD Arifin Ahmad pada 19 Februari 2014 lalu.

Penolakan tersebut jelas tertuang dalam surat balasan yang disampaikan Menkes ke mantan Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri), Djohermansyah Djohan jelang peresmian gedung.

Peresmian sendiri akhirnya dilakukan oleh Mendagri, Gamawan Fauzi yang kebetulan berada di Pekanbaru usai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, H Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman.

Mengenai ke depannya, Yulwiriati menghadap Gubernur Riau, H Annas Maamun hari ini. Dirinya menyatakan siap jika diganti dan dipindahkan nantinya. "Saya siap diganti dan ditempatkan dimana saja," tegasnya.

Sementara itu, Kelapa Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin mengaku belum menerima arahan untuk pergantian Dirut RSUD Arifin Ahmad. Bahkan nama-nama juga belum disiapkan. "Itu terserah Pak Gubernur nantinya," kata Zainal.

Namun ditegaskan Zainal, jika nantinya memang ada pergantian, Sumber Daya Manusia (SDM) di Riau banyak untuk menempati posisi tersebut. "Nama belum ada, tetapi SDM kita banyak," terangnya.***