PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Tak tahu berapa besar hutang yang ditanggung, yang jelas Muhammad Hayat (45), warga Desa Makmur, SP6 Jalur 7 Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan ini akhirnya menghabiskan hidup di dunia dengan cara gantung diri di pohon tinggi.

Peristiwa ini terjadi Minggu, (3/3/2013). Muhammad Hayat melakukan aksi nekatnya dengan menggunakan kain sarung petak-petak tidak menggunakan baju. saat diketemukan warga, mayat jenis kelamin laki-laki sudah tidak bernyawa lagi.

Dari informasi yang dirangkum sejumlah media, Minggu (3/3/2013) dari Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci, Ipda Syahrul, korban yang gantung diri itu bernama Muhammad Hayat (45) warga desa Makmur, SP6 Jalur 7 Kecamatan Pangkalan Kerinci. Menurut keterangan istri korban bernama Fatmi, pagi Ahad itu sekitar pukul 06.00 Wib, korban berpamitan kepada istrinya. Tidak jelas korban pergi kemana, namun berselang beberapa jam kemudian ia tidak kunjung pulang ke rumah.

Khawatir korban tidak kunjung pulang ke rumah, terlebih dalam beberapa bulan terakhir ini korban sempat mengalami shock, membuat sang istri berinisiatif mencari suaminya itu. Namun sekitar pukul 09.45 Wib, korban ditemukan di belakang rumah, sekitar kebun sawit dalam keadaan gantung diri di atas sebuah pohon, yang berjarak 200 meter dari rumah korban. Korban ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi.

Menurut Kanit, kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya karena terlilit hutang. Pasalnya, dua (2) unit mobil korban telah ditarik oleh dealer. Semenjak itu korban selalu menyendiri, dan selalu mengatakan kepada keluarganya bahwa ingin bunuh diri saja karena tidak sanggup menanggung beban hidup. (ilm)