TELUKKUANTAN - Sejak sebulan terakhir, guru sertifikasi di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sangat risau dikarenakan pemerintah tak kunjung menyalurkan tunjangan sertifikasi untuk triwulan ketiga.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Drs. H. Muharman, MPd, belum dibayarnya tunjangan sertifikasi Karena pemerintah pusat tidak mengirim uang tersebut ke daerah.

"Karena, Kuansing kelebihan dana transfer dari pusat. Sehingga Kemenkeu menghentikan transfernya," ujar Muharman kepada GoRiau.com, Jumat (16/12/2016) lalu di Telukkuantan.

Dipaparkan Muharman, sejak tahun 2012 hingga tahun 2015, dana sertifikasi yang ditransfer pusat selalu berlebih. Sisanya bisa mencapai Rp6 miliar sampai Rp7 miliar.

"Nah, kesalahan kita, kita tak pernah menyisihkan sisanya. Sehingga, ketika Sri Mulyani kembali menjadi Menkeu, dia mengaudit keuangan dan ternyata Kuansing kelebihan bayar," ujar Muharman.

"Dalam perhitungan Buk Sri Mulyani, kelebihan dana tersebut cukup untuk membayar triwulan 3 ini. Tapi, dana yang ada hanya cukup untuk dua bulan, sisanya kemungkinan akan dibayar tahun depan," papar Muharman.

Menurut Muharman, sisa dana transfer sejak tahun 2012 sampai tahun 2015 digunakan untuk pembangunan fisik pendidikan. Hal itu menurut Muharman dibolehkan oleh aturan yang ada.

"Itu dibolehkan, sisa dana transfer tunjangan sertifikasi digunakan untuk pembangunan pendidikan," tegas Muharman.

Kondisi seperti ini, lanjut Muharman, juga terjadi di kabupaten kota lainnya di Indonesia. Lebih parah lagi daerah lain, dimana pemerintahnya melakukan pemutihan.

"Kalau sudah pemutihan, itu tak akan dibayarkan lagi. Tapi Kuansing tidak, kita tetap akan membayarnya," ujar Muharman. Untuk itu, Ia berharap guru di Kuansing bersabar hingga ada anggaran. *** #KUANSING