KAMPAR, GORIAU.COM - Bocah berumur tujuh tahun, bernama Adaran Kurniawan (7) tewas karena terjatuh ke lubang galian proyek tower milik salah satu perusahaan telekomunikasi yang sedang di Perumahan PKS PTPN 5 Sei Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar. Meski korban tewas, namun perusahaan telekomunikasi tersebut tidak memberikan perhatian.

Peristiwa itu terjadi dua minggu lalu, Senin (23/12/2013). Saat itu, Adaran Kurniawan, anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan suami istri, Jamil Suherdin dengan Ema Deni atau biasa dipanggil Erma, bermain di lokasi itu. Mereka tidak tahu ada galian lobang tower di daerah tersebut.

Saat itu sekitar pukul 08.00 Wib, bersama teman-temannya, Adaran main lempar-lemparan, namun tiba-tiba Adaran terjatuh le lobang galian yang tidak ditutup dan ditinggal pergi begitu saja oleh pemilik proyek. Dengan pertolongan warga, Adaran dibawa ke rumah sakit, namun karena luka serius, akhirnya dia tewas di rumah sakit.

''Anak saya terjatuh di sana dan meninggal dunia, tapi pemilik lubang proyek itu tak mau bertanggung jawab, mereka hanya mau memberi sekitar Rp 5 juta, tapi kami tolak,'' kata Erma dengan cucuran air mata, Senin (6/1/2014).

Erma, meminta pemilik proyek bertanggung jawab meski anaknya sudah dikebumikan di Desa Muara Nikum, Kecamatan Rambah Hilir- Rohul. ''Kami kecewa pak, tapi gimana lagi pak, sampai hari ini mereka tak ada peduli,'' ujarnya.

Ketika ditanya apa dalam proyek itu ada plang pengaman, Erma menjawab tidak ada, lobang itu besarnya sekitar 10 x10 meter, air didalamnya sekiatr 180 cm. (srt)