
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - 109 warga yang mengungsi di Balai Diklat Penyuluhan dan Hasil Tani Terpadu Kabupaten Siak hanya mampu melihat senyuman Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lewat sebuah spanduk.
Spanduk tersebut merupakan sebuah ucapan selamat datang untuk orang nomor satu di Indonesia ini. Foto SBY mengenakan peci berada di sebelah kiri. Sementara, sebelah kanan terdapat foto Gubernur Riau H. Annas Maamun yang didampingi Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi. Ketiganya menebar senyum kepada siapa saja yang melihat.
Menurut Albert (30), salah seorang warga yang mengungsi, spanduk tersebut dipasang untuk menyambut kedatangan SBY. Kedatangan SBY sudah Albert ketahui dari Pejabat Pemkab Siak yang menemani mereka. "Tapi, kabar yang terakhir Pak SBY tak jadi datang, beliau hanya ke Minas," katanya.
"Barusan yang datang cuma Wakil Bupati Siak," lanjut Albert. Albert dan warga lain mengaku sangat berharap akan dikunjungi SBY. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa jika Presiden tak sempat datang.
"Tapi, kami cukup senanglah mendapat bantuan dari Pak SBY," ujar Albert.
Dalam agenda, Presiden memang direncanakan akan mengunjungi pengungsi di desa Buantan Besar Kecamatan Siak. Namun, karena ada pertemuan dengan Kepala Daerah se-Riau di Pekanbaru, beliat tidak bisa datang. Namun, SBY mengutus Sekretaris Presiden (Sespri) dan Staf Ahli Presiden. Mereka datang didampingi Wakil Bupati Siak.
Kedatangan Sespri dan Staf Ahli SBY dalam rangka memberikan bantuan untuk pengungsi. Bantuan yang diangkut Colt Diesel berupa Sembako. Jumlahnya sebanyak 200 paket. Pada setiap paket berisi satu kain sarung, Gula Pasir seberat 2 Kg dan 5 Kg Beras.
Selain itu, bantuan lain yang diberikan SBY berupa Mie Instan sebanyak 200 kardus.
Bantuan juga mengalir dari Gubernur Riau, Annas Maamun. Beliau memberikan 35 pasang pakaian untuk anak SD. Jumlah tersebut, sesuai dengan data anak sekolah di pengungsian.
Menurut Winda, salah seorang Pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak disesuaikan dengan jumlah pengungsi. "Sesui dengan berapa banyak pengungsi yang ada, tentunya berdasarkan KK saat ini," katanya.
"Jika ada yang berlebih, lebihnya itu akan kita bagikan kepada warga lain yang juga membutuhkan sembako ini," lanjut Winda. Ia mengatakan, saat ini masih ada sebagian warga di Dusun Kolam Hijau yang enggan dievakuasi. Mereka masih bertahan di rumah masing-masing.
"Warga yang enggan dievakuasi, akan kita beri juga bantuan," katanya.
Meski demikian, Winda menegaskan warga yang ada di pengungsian lebih diprioritaskan untuk diberi bantuan. "Pengungsi di sini yang kita utamakan," tegasnya.(san)