
SELATPANJANG - Hingga saat ini, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, belum memiliki papan panjat sendiri untuk latihan. Akibat keterbatasan anggaran itu, akhirnya pengurus menyulap dinding dan flapon sekretariat FPTI menjadi sarana boulderan.
Pantauan GoRiau, sarana boulderan itu memanfaatkan dinding ruang sekretariat yang masih menumpang di rumah Ketua Umum FPTI Meranti, Hardiyanto, di Jalan Banglas Selatpanjang. Dengan anggaran swadaya, para pengurus merubah dinding dan plafon ruangan sebagai sarana menempel poin-poin panjat.
Kata Hardiyanto, sarana itu harus mereka bangun mengingat semangat atlit panjat tebing di Meranti sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan banyaknya medali yang disumbangkan Pengcab FPTI untuk Meranti dalam berbagai kejuaraan, termasuk mewakili Riau dalam PON lalu. Jadi sudah selayaknya Pemkab melalui instansi terkait memberikan perhatian yang lebih pula.
"Walau kurang representatif, tapi setidaknya kita punya sarana latihan buat atlit," ujar Hardiyanto.
Kata Hardiyanto juga, mereka harus bisa mengakali agar atlit tetap bisa latihan meski tanpa sarana yang memadai. Apalagi, pada Mei 2016 mendatang, akan ada Kejurda di Pekanbaru.
Terkait sarana yang dibangun dalam sekretariat itu, tambah Hardiyanto, itu sangatlah tidak maksimal digunakan saat latihan. Sebab, bagian bawah (lantai, red) sama sekali belum dilengkapi dengan matras atau alas bagi atlit jika terjatuh saat memanjat.
Hardiyanto pun mengaku kalau tanpa matras itu, atlit panjat tebing Meranti jadi ragu-ragu saat latihan. Atlit terkesan tidak lepas dan akhirnya kurang fokus saat memanjat.
"Matras itu ukurannya 1x2 meter, harga satuannya lebih kurang Rp 1,7 juta. Kita butuh sekitar 6 buah," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Anto itu lagi.
"Yang sangat mendesak bagi atlit kita sekarang ini ya ketersediaan matras. Kita tidak mau atlit kita celaka gara-gara tidak safety. Jika dalam waktu dekat ini tidak ada solusinya, kami akan menemui Bupati Irwan langsung untuk mengadu," ucapnya.
Di tempat sama, saat peninjauan sekretariat FPTI Meranti, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Ishak Izrai mengakui bahwa pengadaan sarana olahraga termasuk kebutuhan matras oleh para atlit merupakan tugas dinas yang dipimpinnya. Hanya saja, kata Ishak, keterbatasan anggaran akibat pemotongan menjadi kendala pihaknya.
"Yang jelas masalah ini akan menjadi pikiran kami bagaimana mencari solusinya. Kalau perlu nanti semua pihak gotongroyong untuk menyelesaikan masalah ini," kata Ishak pula. ***