PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, H Tenas Effendy mengharapkan agar prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Annas-Andi yang direncanakan pada 19 Februari 2014 tidak dilakukan secara berlebih-lebihan.

Hal ini disampaikannya agar jangan memakan anggaran yang besar hanya untuk pelantikan saja. Ditambah lagi jika nantinya ada sponsor-sponsor yang tidak jelas apa tujuannya. "Jika itu terjadi takutnya akan menimbulkan fitnah nantinya," kata Tenas.

Dirinya berharap agar prosesi pelantikan tetap mengutamakan konsep melayu dan tidak berlebih-lebihan. Dimana nuansa melayu harus menonjol dalam momen berharga masyarakat Provinsi Riau ini.

Fitnah yang dikatakan Tenas lebih mengarah ke pengertian masyarakat nantinya tentang pelantikan berlebih-lebihan dengan menghambur-hamburkan uang. "Akan jadi bahasan di masyarakat, itu yang akan menjadi fitnah," tandas Budayawan Riau ini.(***)