RENGAT, GORIAU.COM - Makin menjamurnya tempat-tempat maksiat di Kabupaten Indragiri Hulu semakin menimbukan keresahan bagi masyarakat, jika selama ini masyarakat hanya mengetahui keberadaan tempat- tempat maksiat itu hanya di Kecamatan Lirik dan Pasir Penyu saja, kenyataannya tempat- tempat maksiat tersebut juga marak di Belilas Kecamatan Siberida. Tempat-tempat maksiat itu muncul dengan bernagai jenis seperti Lokalisasi, panti Pijet dan warung remang-remang. Bahkan ada beberapa diantaranta berada di pemukiman masyarakat.

Keberadaan tempa- tempat maksiat ini mengakibatkan semakin tingginya tingkat kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan juga semakin maraknya peredaran narkoba.

Berlan, seorang warga Air Molek Kecamatan Pasir Penyu mengatakan, hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu serta pihak-pihak terkait, dan bahkan disinyalir ada pihak terkait yang ikut bermain, yang mengakibatkan keberadaan tempat-tempat maksiat ini tidak tersentuh hukum.

Kabupaten Indragiri Hulu selama ini adalah kabupaten yang memiliki budaya malu, namun saat ini telah terjadi pergeseran moral yang semakin menjauhkan masyarakat dengan prinsip-prinsip budaya dan agama, katanya.

''Bayangkan saja saat ini Kabupaten Inhu menjadi Kabupaten nomor 3 terbesar tempat maksiat di Riau, apakah kita sebagai masyarakat Inhu tidak malu dengan keadan ini, untuk itu mari kita satukan suara untuk memberantas tempat maksiat yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu,'' katanya lagi.Sementara itu seorang ibu rumah tangga di Belilas, Kecamatan Siberida yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan bahwa keberadaan tempat-tempat maksiat di Belilas ini sudah sangat marak seperti jamur dimusim hujan.

''Kita jadi khawatir dengan generasi muda kita kedepannya, sebab keberadaannya sangat terbuka dan berada tidak jauh dari pemukiman penduduk, dan bahkan dekat perumahan Polsek Siberida yang berada di Simpang Kasus,'' katanya. (aun)