
BAGANSIAPIAPI - Jajaran penegak hukum kembali membuktikan ketajamannya dalam melacak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Berbekal rekaman kamera pengawas dan metode penyelidikan ilmiah, komplotan pencuri spesialis tempat ibadah berhasil digulung aparat.
Pengungkapan kasus ini dipaparkan langsung dalam konferensi pers di Aula Tunggal Panaluan. Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, memimpin jalannya pemaparan, Selasa (16/6/2026). Ia didampingi langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Kris Tofel, dan Kasi Humas, IPDA Didi Sofyan, beserta tim gabungan.
Unit Reaksi Cepat (URC) Tim RAGA Satreskrim memegang peranan vital dalam pelacakan para tersangka. Petugas menerapkan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI) untuk menganalisis setiap petunjuk yang tertinggal di lokasi kejadian, terutama dari rekaman CCTV yang merekam aksi para pembobol.
Berbekal data akurat, tim bergerak cepat melacak jejak pelarian tersangka utama berinisial SI. Pria ini akhirnya tak berkutik saat diringkus di Kota Dumai, Jumat (12/6/2026).
"Penangkapan pertama membuka jalan bagi kami untuk memburu anggota sindikat lainnya yang tersebar di beberapa daerah," terang Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni.
Nyanyian SI langsung ditindaklanjuti dengan pengejaran berantai. Petugas kembali meringkus tersangka DA yang juga bersembunyi di Dumai. Tidak berhenti di situ, perburuan dilanjutkan ke ibukota provinsi hingga berhasil mengamankan tersangka ketiga, MP, di wilayah Pekanbaru.
Keberhasilan mengamankan para eksekutor ini turut membuka tabir ke mana barang-barang sakral tersebut bermuara. Polisi menyita telepon genggam, linggis, hingga pakaian yang identik dengan rekaman CCTV sebagai barang bukti kuat yang mengikat para tersangka.
Saat ini seluruh pelaku kejahatan lintas kabupaten tersebut sudah berada di balik jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. ***