JAKARTA - Ada yang istimewa saat tim Garuda Select melakukan uji coba kontra Leicester City U-17 di Lapangan Holmes Park, Leicester, Inggris. Senin, 6 Mei 2019. David Maulana, dkk langsung dilatih oleh Fakhri Husaini, mantan pelatih mereka sebelumnya di tim nasional Indonesia U-16. 

Tangan dingin Fakhri dalam memimpin Garuda Select mengakhiri laga tersebut dengan skor 2-2.

Dalam laga tersebut, Garuda Select berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-35. Berawal dari pergerakan di sisi kanan, Brylian berhasil menusuk ke pertahanan lawan dan mampu mencetak gol pertama.

Garuda Select kembali unggul pada awal babak kedua lewat sepakan Bagus Kahfi, setelah sebelumnya Leicester City U-17 berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-40. Namun, keunggulan Garuda Select tidak bertahan dan akhirnya Leicester City U-17 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit-menit terakhir pertandingan.

Ads
Di bawah kendali Fakhri, David, cs kembali menggunakan formasi 4-3-3. Sama seperti saat mereka berada di timnas U-16. Pakem ini tak pernah lagi digunakan tim Garuda Select karena sejak ditangani duet Dennis Wise dan Des Walker pada Januari 2019, tim yang yang tengah menggelar latihan di Inggris tersebut memakai pola 3-5-2.

“Sejak awal saya tekankan kepada pemain bahwa menang itu penting, hasil akhir itu penting. Namun hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana cara kami bermain,” ujar Fakhri.

“Saya bangga sekali dengan apa yang mereka perlihatkan. Mereka bermain dengan pola yang baru, berubah dari pola 3-5-2 ke 4-3-3. Mereka bermain cukup solid, cukup rapi, baik pada saat bertahan maupun menyerang.”

Fakhri juga senang melihat perkembangan mental serta fisik David Maulana dan kawan-kawan. Pasalnya, para pemain Garuda Select berani berduel dan memiliki lebih banyak peluang meskipun menghadapi lawan yang memiliki postur yang jauh lebih besar.

“Pada babak pertama kami memiliki banyak peluang mencetak gol dan tim yang dihadapi memberikan perlawanan yang cukup baik. Meskipun lawan punya power yang lebih besar tetapi anak-anak punya kepercayaan diri dan keberanian yang cukup baik. Mereka tampil luar biasa dalam pertandingan ini,” jelas Fakhri.

Dia pun tak memungkiri, cedera yang dialami Bagus Kahfi dan Braif Fatari ikut mempengaruhi performa tim. “Keluarnya Braif terlihat agak goyang karena Sandi (Arta) yang masuk menggantikan belum bermain seperti yang saya harapkan karena banyak kehilangan bola. Tapi dia masih muda sehingga masih terus berkembang dalam perjalanannya,” ungkap Fakhri.

“Soal Bagus, saya sudah tahu kemampuannya dan waktu lawan Arsenal bermain penuh sehingga kali ini dia dicadangkan. Dan keputusan saya memainkan dia (pada babak kedua) terbilang sangat tepat karena dia langsung mencetak gol.”

Sekjen PSSI, Ratu Tisha yang menyaksikan laga tersebut, mengungkapkan pendapatnya terkait performa David Maulana, dkk tersebut. Dia mengatakan, perkembangan pemain Garuda Select bagus, baik dari kekuatan maupun teknik.

“Kita harus mengapresiasi bahwa perkembangannya luar biasa, power mereka, berani duel. Tekniknya pun jauh lebih baik, jadi secara perkembangan luar biasa,” kata Tisha.

Tisha juga menyarankan agar para pemain tak cepat berpuas diri. “Namun, jangan berpuas diri karena di area semakin meningkatnya level tim lawan seperti saat lawan Arsenal, enggak boleh ada kesalahan, salah sedikit pasti akan langsung dihukum gol,” ucapnya.

“Yang harus digarisbawahi anak-anak ini belum siapa-siapa. Namun, perkembangannya patut diapresiasi. Ibarat lari maraton, ini mungkin kita masih di kilometer 5, perjalanannya masih panjang,” kata Tisha.

Selanjutnya menurut rencana, lawan Garuda Select berikutnya adalah Chelsea U-16 pada Sabtu (11/5/2019). ***