PEKANBARU - Gangguan kesehatan jiwa rentan dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Apalagi ditengah-tengah bertambah beratnya tekanan hidup diera globalisasi seperti saat ini, resiko kecenderungan stres diprediksi semakin tinggi.

"Dinamika masyarakat yang semakin pelik, membuat orang cenderung stres meninggi. Secara tidak langsung membuat seseorang sakit kejiwaannya," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi didampingi Direktur Utama RSJ Tampan Pekanbaru, Riau, dr Hazneli Juita kepada GoRiau.com usai mengikuti peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kantor Gubernur Riau, Senin (10/10/2016).

Selama ini, gejala-gejala gangguan kesehatan jiwa kurang disadari dan dipahami oleh masyarakat. Ini dikarenakan ketidaktahuan masyarakat yang hanya peduli terhadap kesehatan fisiknya saja.

"Kesehatan tidak hanya fisik semata, tetapi juga kesehatan jiwa. Siapa saja bisa rentan terganggu kesehatan jiwanya. Terlebih, jangan antipati terhadap pasien gangguan jiwa. Tetapi berikan kepedulian," tutur Sekdaprov Riau ini. ***