SIAK - Kawasan hutan di wilayah Siak masih menjadi rumah alami bagi berbagai fauna endemik Sumatera. Fakta ini mendorong Pemerintah Kabupaten Siak untuk memberikan perhatian ekstra terhadap perlindungan koridor satwa liar, mulai dari harimau Sumatera, gajah, beruang madu, hingga tapir.

Langkah mitigasi konflik antara satwa dan manusia ini mengemuka sebagai topik bahasan utama dalam kunjungan kerja perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) dan Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Jumat (19/6/2026).

Bupati Siak, Afni Z turun tangan langsung mendampingi para tamu dari kancah internasional dan kementerian terkait. Rombongan diajak menyusuri sejumlah titik kawasan penting guna melihat wujud nyata penerapan kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan.

Penjagaan habitat asli flora dan fauna dinilai sangat penting demi memastikan rantai ekosistem tetap berjalan seimbang di tengah pesatnya pembangunan dan aktivitas perekonomian warga.

"Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi dan misi kami untuk mewujudkan Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi membutuhkan dukungan serta kemitraan strategis dari berbagai pihak," urai Afni memaparkan gagasan besarnya.

Selain membedah konsep tata ruang hijau, momentum kunjungan lapangan ini turut dimanfaatkan pemerintah untuk mempromosikan pariwisata lokal. Para delegasi diajak menyelami jejak sejarah peninggalan kerajaan Melayu dengan mengunjungi Istana Siak. Pesona warisan budaya yang dirawat dengan baik ini menjadi magnet tambahan yang memikat para mitra pembangunan asing selama meninjau program ekologi. A36